KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 JAKARTA, SUAR- Kementerian Negara Lingkungan Hidup akan tegas menggugat setiap pelaku perusakan dan pencemaran lingkungan. Langkah hukum tersebut akan tetap ditempuh sebagai upaya memelihara dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Salah satu pelaku yang diduga telah mencemari lingkungan adalah CV Ragam Jaya Utama yang berada di Bandung Jawa Barat. Drs H Suwandhi, pimpinan perusahaan tersebut kini sudah jadi terdakwa. "Perkara pencemaran lingkungan ini sudah sedang diadili di Pengadilan Negeri Bale Bandung. Persidangan pertama sudah digelar, Senin 24 Agustus silam," ujar salah seorang staf Deputi V Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Penaatan dan Penegakan Hukum Lingkungan. Disela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Untuk Pelestarian Lingkungan, 10 Agustus silam, Menneg LH, Rachmat Witoelar menyatakan pihak akan tegas terhadap setiap pelaku perusakan dan pencemaran lingkungan. "Tidak ada kompromi bagi mereka, KLH akan tetap menggugat secara hukum. Saat ini ada beberapa gugatan yang sudah dan sedang dipersiapkan. Untuk pastinya, tanyakan kepada Saudara Ilyas Asaad, Deputi V MenLH Bidang Penaatan dan Penegakan Hukum, karena dia lebih tahu tentang soal ini," kata Rachmat Witoelar.

Menurut sumber Kementerian Negara Lingkungan Hidup, dari sekian kasus yang akan digugat, antara lain kasus pembakaran hutan dan lahan di pulau Sumatera yang diduga kuat dilakukan oleh beberapa perusahaan perkebunan. Penyelidikan terhadap kasus ini sudah dilakukan sejak awal 2009. "Kita berharap gugatan atas kasus ini sudah dapat dibawa ke pengadilan," kata Ilyas Asaad.

Pengumpulan bukti-bukti keterlibatan perusahaan-perusahaan ini sudah cukup lengkap, apalagi warga masyarakat dan lembaga-lembaga swadaya ikut memberikan dukungan. Perusahaan-perusahaan yang sengaja membakar hutan dan lahan, adalah perusahaan-perusahaan besar.

Menurut Rachmat Witoelar, dikuatir
kan ditahun 2009 potensi kebakaran hutan dan lahan akan meningkat dibanding dengan tahun sebelumnya, karena terkait dengan fenomena El Nino. Pemerintah Indonesia, kata Rachmat Witoelar, sudah berusaha semaksimal mungkin mencegah kebakaran hutan dan lahan. Karena itu ia meminta negara-negara tetangga menghargai upaya Indonesia dalam mengurangi kabut asap, yang muncul menyusul kebakaran-kebakaran lahan itu. (PL)

Sumber:
Koran Akar Rumput
Edisi 31 Agustus – 06 September 2009
Hal 5.