KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Tangerang, 16 Maret 2013. Hari ini, Menteri Lingkungan Hidup RI, Prof. DR. Balthasar Kambuaya, MBA., melakukan penanaman mangrove dan panen bandeng di Kampung Garapan, Desa Tanjung Pasir, Tangerang – Banten. Kegiatan ini merupakan bagian dari program RANTAI EMAS (Rehabilitasi Pantai Entaskan Masyarakat Setempat) yang merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengatasi dampak dari kerusakan pantai yang sebagian besar diderita oleh masyarakat pesisir, yang berupa kemiskinan, kesehatan lingkungan, pendidikan dan keterbatasan fasilitas lainnya. Program RANTAI EMAS ini dicanangkan oleh Menteri Lingkungan Hidup pada tahun 2011.

Di lingkungan pantai yang rusak pada umumnya terjadi kemiskinan dan kalau kemiskinan dibiarkan akan menekan lingkungan pantai sehingga semakin rusak. Untuk merehabilitasi kerusakan pantai karena menyangkut ekosistem harus dilakukan secara terintegrasi. Oleh karena itu dalam kegiatan upaya rehabilitasi pantai harus memberikan nilai tambah atau penghasilan atau entaskan bagi masyarakat setempat.

Upaya ini dilakukan dengan pembentukan kelompok masyarakat untuk melakukan pembibitan dan penanaman Mangrove (bakau) serta kelompok transplantasi terumbu karang. Khusus untuk kelompok mangrove (bakau) anggotanya terdiri dari ibu-ibu, karena pekerjaan ini bisa dilakukan oleh mereka mulai dari mencari buah mangrove (propagol), penyemaian dan penanaman. Salah satu kelompok mangrove (bakau) ini berada di Kampung Garapan, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Banten dimana pengembangan kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama dengan SIKIB (Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu) dan PT. HINO sebagai bagian dari Corporate Social Responsibilty (CSR).

Pelaksanaan kegiatan program  yang melibatkan masyarakat tersebut dilakukan melalui pengembangan budidaya “Mina Bebek” (bebek petelur dikolaborasi dengan pemeliharaan ikan bandeng). Kandang bebek yang berisi sebanyak 300 ekor diletakkan di atas tambak, sedangkan dalam tambak dilepaskan 15.000 ekor bibit bandeng (nener). Untuk keberlangsungan kegiatan kelompok tersebut, selain bibit mangrove (bakau) sudah siap ditanam, saat ini bebek yang ada sudah menghasilkan 75 butir telur per hari dan bandeng sudah siap panen.

Sampai tahun 2012, melalui Program Rantai Emas telah ditanam 80 ribu batang mangrove (bakau) di daerah Kampung Garapan dan direncanakan akan ditanam 70 ribu batang mangrove (bakau) di tahun 2013. Dengan upaya dan hasil yang konkrit ini, diharapkan menjadi percontohan dan dapat direplikasi bagi daerah lainnya dalam melaksanakan rehabilitasi dengan model Program “Rantai Emas”.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Ir. Arief Yuwono,
Deputi MENLH Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim,
Telp 021 – 85904923,
email: humaslh@gmail.com