KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Komisi Penilai AMDAL Pusat Kementerian Negara Lingkungan Hidup pada tanggal 9 Desember 2004 telah membahas KA ANDAL rencana pembangunan Kawasan Pengelolaan Limbah Industri B3 di Kelurahan Kabil Batam. Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam, selaku pemrakarsa kegiatan, merencanakan untuk membangun fasilitas pengumpulan dan pengolahan B3 yang meliputi unit metal recovery (pemanfaatan ulang logam), daur ulang limbah cair (pelarut dari berbagai jenis industri pengolahan dan elektronik), pengolahan oli bekas, pengolahan copper slag (material padat berbentuk butiran pasir), pengolahan limbah plastik, pengolahan incinerator; dan sistem pengolahan lindi. Hasil akhir pengolahan limbah di KPLI-B3 Kabil-Batam yang berupa Ekstrak Limbah B3 akan dikirim ke PPLI Cileungsi-Bogor dan tidak dilakukan penimbunan/landfill di kawasan tersebut.

Pembangunan fasilitas pengolahan B3 ini memerlukan lahan seluas 9,6 ha, di wilayah Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Lahan yang digunakan, saat ini merupakan daerah kawasan industri, dimana di sebelah barat terdapat daerah perbukitan dan beberapa pemukiman liar di sebelah timur. Secara hidrologi, rencana lokasi kegiatan merupakan daerah tangkapan air untuk bendungan Muka Kuning, Sei Ladi dan Sei Harapan.

Isu pokok yang berhasil diidentifikasi oleh pemrakarsa kegiatan untuk dikaji lebih lanjut dalam studi ANDAL adalah :
– Meningkatnya debu dan kebisingan akibat kegiatan pembangunan fasilitas-fasilitas KPLI-B3 Kabil-Batam;
– Penurunan kualitas udara akibat kegiatan pengoperasian genset dan Incinerator;
– Menurunnya kualitas air tanah dan badan air akibat ceceran limbah B3 pada proses penyimpanan, pengangkutan dan operasi pengolahan limbah B3;
– Menurunnya kualitas air laut dan biota laut akibat kemungkinan kebocoran pada saat kegiatan penyimpanan/penimbunan, pengangkutan limbah melalui jalur laut dan operasi pengolahan limbah;
– Meningkatnya peluang kerja dan pendapatan akibat kegiatan konstruksi dan operasi;
– Gangguan terhadap aspek kesehatan karyawan akibat kegiatan operasi;
– Munculnya kekhawatiran/ketakutan masyarakat akibat kemungkinan ceceran limbah B3 pada saat pengangkutan dan operasi instalasi pengolahan limbah.

Komisi Penilai AMDAL Pusat memberikan perhatian secara kritis terhadap ruang lingkup kajian AMDAL terutama berkaitan dengan limbah-limbah yang dihasilkan, tata letak fasilitas pengolahan yang melanggar daerah sempadan pantai (termasuk kawasan lindung) dan rencana pengembangan sistem tanggap darurat pengoperasian fasilitas pengolahan.

Apabila ada saran dan masukan mengenai KA ANDAL yang sedang dibahas ini, mohon disampaikan kepada : Sekretariat Komisi Penilai AMDAL Pusat Kementerian Lingkungan Hidup, Gedung A Lantai 6 Jln. DI Panjaitan Kav 24 Jakarta ¡V 13410, Fax : 021-85906168 atau melalui email : amdal@menlh.go.id.