KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Komisi penilai Amdal pusat pembahasan Ka-Andal pengembangan lapangan migas ke 7-3, ke 24, ke 32, ke 38, ke 39, ke 48, ke 53, ke 54 dan instalasi Poleng processing platform, anjungan Poleng CW dan DW serta jalur pipa dari anjungan Poleng Processing Platform ke Onshore Receiving Facilities Gresik Kodeco energy Co. Ltd. di lepas pantai utara pulau Madura oleh BP Migas-Kodeco energy Co. Ltd.


Komisi penilai AMDAL pusat Kementerian Lingkungan Hidup pada tanggal 12 April 2005 telah membahas Ka-Andal pengembangan lapangan migas Kodeco Energy Co.Ltd. Kodeco selaku pemrakarsa kegiatan sedang merencanakan proyek pengembangan migas di lapangan ke 7-3, ke 24, ke 32, ke 38, ke 39, ke 48, ke 54, ke 57 dan instalasi anjungan PPP (Poleng Processing Plaform), Anjungan Poleng CW dan DW, serta jalur pipa dari Anjungan PPP menuju ORF (Onshore Receiving Facilities) Gresik yang terletak di WKP Kodeco yang terletak di perairan pantai utara pulau Madura dengan jarak dari garis pantai sekitar 40 km ke utara dengan kedalaman laut sekitar 50 m. Lokasi pengembangan lapangan migas ini berjarak 35 km ke pulau Madura. Sedangkan jarak lokasi rencana kegiatan dengan pulau Bawean sekitar > 50 km kearah barat laut.

Pengembangan meliputi kegiatan utama seperti pemasangan anjungan lepas pantai, pemboran beberapa sumur minyak dan gas, pemasangan pipa penyalur minyak dan gas di dasar laut.
Prakiraan produksi minyak, gas, dan air terproduksi dari lapangan yang akan dikembangkan adalah sebagai berikut :
Minyak = 13.560 BOPD (Barel oil per day)
Gas = 95 MMSCFD (Million metric standar cubic feet per day)
Air terproduksi = 10.260 BWPD (Barel water per day)

Isu pokok
1. Perubahan terhadap kualitas udara ambien dan kebisingan akibat dari emisi generator pembangkit tenaga listrik, kompresor, flare stack (pilot project) dan gas CO2 dan H2S dari pemisahan gas.
2. Perubahan kualitas air laut sedimen dan biota laut akibat pemasangan anjungan, pemasangan pipa bawah laut, pemboran dan pembuangan air limbah
3. kemungkinan terjadinya gangguan terhadap kestabilan bantuan/geologi sebagai akibat pengambilan hidrokarbon secara terus menerus yang mengakibatkan tekanan dalam bantuan reservoir akan berkurang.

Rapat Komisi penilai AMDAL Pusat menyepakati beberapa hal yang menjadi perhatian diantaranya masih perlu mengkaji lebih dalam tentang pemasangan pipa, mempersiapkan rencana tanggap darurat dalam dokumen ANDAL, melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang rencana kegiatan.


Apabila ada saran dan masukan mengenai ANDAL, RKL & RPL yang sedang dibahas ini, mohon disampaikan kepada : Sekretariat Komisi Penilai AMDAL Pusat Kementerian Lingkungan Hidup, Gedung A Lantai 6 Jln. DI Panjaitan Kav 24 Jakarta ¡V 13410, Fax : 021-85906168 atau melalui email : amdal@menlh.go.id.