KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Yogyakarta, 21 Januari 2004 – Presiden Republik Indonesia mengharapkan pertemuan di Yogyakarta ini mengelaborasi secara konkrit kebulatan fikiran dan tekad Bangsa Indonesia dalam menjalankan prinsip-prinsip Pembangunan Berkelanjutan. Prinsip-prinsip tersebut harus segera diuraikan dan dijabarkan secara terkoordinasi dan terpadu ke dalam program-program yang berkesinambungan di semua bidang dan sektor pembangunan kita. Beliau mengharapkan agar Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Lembaga Administrasi Negara dengan tanggap merangkum prinsip-prinsip tersebut bagi kepentingan pengadministrasian pembangunan.

Hal ini disampaikan Presiden Republik Indonesia pada Konperensi Nasional Pembangunan Berkelanjutan (Indonesian Summit on Sustainable Development/ISSD) yang diadakan di Yogyakarta hari ini. Pada pertemuan ini, Menteri Negara Lingkungan Hidup menyerahkan Dokumen Kesepakatan Nasional dan Rencana Tindak Pembangunan Berkelanjutan kepada Presiden Republik Indonesia sebagai bukti komitmen nasional Masyarakat Indonesia dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan.

“Tujuan pertemuan
hari ini adalah membangun dan menegaskan kembali komitmen nasional dalam melaksanakan
pembangunan berkelanjutan; mengarus-utamakan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan
dalam kebijakan pembangunan nasional dan daerah; dan mendorong aksi nyata seluruh
pemangku kepentingan (stakeholders) untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan
melalui kemitraan,” demikian diungkapkan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Nabiel
Makarim.

Apabila kita perhatikan dengan seksama, Bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa lain di dunia telah mengalami kegagalan dalam melaksanakan pembangunan yang hanya mengandalkan aspek ekonomi. Walaupun pendapatan per kapita dan life expectancy pada tingkat global makin meningkat, serta terus meningkatnya volume perdagangan global, kita juga sedang mengalami kecenderungan yang memprihatinkan, seperti meningkatnya ketidak-adilan, makin besarnya kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin, makin terkurasnya sumber daya alam, serta makin rusaknya lingkungan hidup. Pembangunan yang hanya mengandalkan pada pembangunan ekonomi tanpa memperhatikan pembangunan sosial, dan lingkungan hidup telah mengantarkan kita kepada keadaan yang memprihatinkan, yaitu: pembangunan yang tidak berkelanjutan.

Untuk mendapatkan
manfaat pembangunan yang lebih optimal, telah timbul kebangkitan global untuk
secara bersama baik pada tingkat lokal, nasional dan global, untuk mengukuhkan
komitmen pembangunan berkelanjutan melalui pembangunan ekonomi, sosial dan lingkungan
hidup. Komitmen global pembangunan berkelanjutan yang telah dicapai pada Konperensi
tentang Lingkungan dan Pembangunan di Rio de Janeiro (1992) dalam pelaksanaannya
masih dianggap kurang memuaskan, untuk itu kesepakatan Pembangunan Berkelanjutan
dan Rencana Pelaksanaannya perlu dikukuhkan kembali dalam Konperensi Tingkat Tinggi
Pembangunan Berkelanjutan yang diselenggarakan di Johannesburg pada tahun 2002.

Agar komitmen global pembangunan berkelanjutan yang telah dikukuhkan dapat dilaksanakan dengan efektif secara nasional, maka kesepakatan pembangunan berkelanjutan perlu mendapatkan dukungan dari semua lapisan masyarakat. Dukungan masyarakat dalam Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia didapatkan melalui Kesepakatan Nasional berbagai kelompok utama masyarakat.

Kesepakatan Nasional dan Rencana Tindak Pembangunan Berkelanjutan ini dihasilkan
melalui rangkaian proses panjang dari bawah dengan melibatkan masyarakat luas
dalam Konperensi Nasional Pembangunan Berkelanjutan. Konperensi Nasional Pembangunan
Berkelanjutan
ini sendiri merupakan suatu rangkaian pertemuan yang dimulai di Pekan Baru, disambung
dengan pertemuan-pertemuan di Banjarmasin, Makassar, Mataram, Yogyakarta dan Jakarta.
Kelompok Utama masyarakat Indonesia yang berperan dalam proses ini adalah: pemuda
dan anak, perempuan, petani, buruh-karyawan, pengusaha, akademisi dan ilmuwan,
masyarakat adat, pemerintah daerah, LSM, TNI-POLRI, agamawan, budayawan dan pegawai
negeri.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Konperensi Nasional Pembangunan Berkelanjutan (Indonesian Summit on Sustainable Developmen/ISSD), silahkan menghubungi:

Ibu Masnellyarti Hilman, M.Sc
Deputi MENLH Bidang Pembinaan Sarana Teknis
Pengelolaan Lingkungan Hidup
Telp. (021) 8590 4923