Kementerian Lingkungan Hidup

Republik Indonesia

Konferensi ke-10 Asia Pacific Roundtable for Sustainable Consumption and Production (APRSCP)
di Yogyakarta, 9 – 11 Nopember 2011

Jakarta, 3 November 2011, Indonesia menjadi tuan rumah konferensi Asia Pacific Roundtable for Sustainable Consumption and Production (APRSCP) ke-10 di Yogyakarta pada tanggal 9-11 November 2011. Konferensi APRSCP ke-10 terselenggara atas kerjasama APRSCP, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), UNEP (United Nations Environment Programme), UNIDO (United Nations Industrial Development Organization), EU SWITCH Asia, Kementerian Perindustrian, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, BPPT, InSWA (Indonesia Solid Waste Association), dan berbagai pihak lainnya.

Kegiatan Konferensi APRSCP mencakup antara lain plenary session, workshop, paper presentation, dan exhibition. Pembicara dalam Konferensi meliputi a.l. Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA (Menteri Negara LH Indonesia), Menteri Perubahan Iklim Filipina, UNEP, UNIDO, Prof. Dr. Emil Salim, Global Green Growth Institute – Korea, dll. Sustainable Consumption and Production/SCP (Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan) adalah salah satu sub-tema aksi mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan yang telah dicanangkan sejak Deklarasi Rio tahun 1992, dan selanjutnya dikuatkan dengan Johannesburg Plan of Implementation tahun 2002. Kemajuan penerapan SCP dan kerangka aksi global untuk masa datang akan ditinjau dalam Konferensi Rio+20 pada pertengahan tahun 2012 di Rio de Janeiro, Brasil.

Sebagai negara berkembang yang tengah memacu pertumbuhan ekonomi, Indonesia menggunakan sejumlah besar sumber daya alam yang masih merusak lingkungan dan menimbulkan limbah baik dari aktivitas industri maupun rumah tangga. Berbagai aktivitas tersebut dapat memperburuk perubahan iklim ke kondisi yang semakin tidak terkendali. Dari sektor energi, berdasarkan data dari Kementerian ESDM, pasokan energi primer (tanpa biomassa) pada tahun 2008 adalah 981.697 ribu SBM (Setara Barrel Minyak), meningkat 0,12% jika dibandingkan dengan tahun 2004. Sektor rumah tangga merupakan konsumen terbesar energi final yaitu sebesar 1,58 juta SBM; industri sebesar 1,46 juta SBM; transportasi 897,36 ribu SBM, perdagangan 134,78 ribu SBM dan lainnya 136,48 ribu SBM (SLHI – 2009).

Sementara itu, dari sektor persampahan, data yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Statistik, dari 33 kota di seluruh Indonesia, menunjukkan bahwa pada tahun 2007 produksi sampah mencapai 132.192 m3 per hari dan meningkat 1,93% di tahun berikutnya. Di sektor air, pencemaran terhadap air permukaan dan air tanah pada umumnya bersumber dari kegiatan industri, pertanian dan rumah tangga. Tahun 2007 tercatat ada sekitar 13 ribu industri besar dan menengah yang berpotensi mencemari air permukaan dan air tanah. Jumlah ini meningkat sekitar 29% selama periode 2004 – 2007. Angka-angka tersebut mengindikasikan belum berkelanjutannya pola konsumsi dan produksi di Indonesia. Banyak yang sudah dilakukan oleh pemerintah, dunia