KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Krisis Lingkungan global seperti peningkatan panas bumi dan
perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi karbon dioxida, pembukaan lapisan
ozon yang disebabkan karena berkurangnya hutan (penggundulan hutan rata-rata
14,6 juta hektar per tahun) serta efek gas rumah kaca, kerusakan fisik lingkungan
seperti pencemaran air, tanah ddan udara, rusaknya lahan pantai, hutan, dan
sebagainya dan berkurangnya suber daya lingkungan secara drastis menyebabkan
mennurunnya kualitas lingkungan secara lokal, nasional dan global. Krisis lingkungan
ini juga diakibatkan karena dunia terus menggunakan sumber daya yang jauh lebih
besar dari kemampuan daya dukung sumber almnya; pendekatan yang terfregmentasi
dalam kebijakan dan program ekonomi, sosial, dan lingkungan; serta kurangnya
kebijakan yang koheren dibidang perdagangan, teknologi dll yang melihat jangka
panjang serta program pembangunan yang berkelanjutan.

Lingkungan dunia sampai saat ini dalam keadaan yang rawan dan upaya perlindungan
lingkungan belum memuaskan. Oleh karena itu perlu upaya yang serius baik dari
individu, organisasi non pemerintah, pemerintah lokal hingga pemerintah internasional
untuk melakukan tindakan-tindakan yang komprehensif serta terus menerus untuk
memperbaiki lingkungan dan mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Muhammadiyah sebagai bagian dari elemen bangsa, mempunyai komitmen yang tinggi
terhadap persoalan lingkungan dari tingkat lokal hingga tingkat global. Persoalan
lingkungan adalah persoalan bersama sehingga partisipasi organisasi keagamaan
seperti Muhammadiyah yang mempunyai basis massa yang besar dapat memberikan
kontribusinya dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan
dengan masuknya isu lingkungan di dalam kebijakan organisasi serta dibentuknya
Lembaga Studi dan Pemberdayaan Lingkungan PP Muhammadiyah yang mempunyai 3 agenda
besar yaitu
– Teologi Lingkungan
– Pendidikan Lingkungan berbasis sekolah dan Pesantren
– Pelatihan Inisiator Gerakan Lingkungan Hidup berbasis Agama

Berkaitan dengan gerakan lingkungan tersebut, Lembaga Studi dan Pemberdayaan
Lingkungan PP Muhammadiyah akan melakukan berbagai kegiatan dalam waktu dekat
yaitu:
– Penyematan kader lingkungan serta penanaman pohon perdamaian dan lingkungan
yang akan dilakukan oleh Menteri Lingkungan Dr. Nabiel Makarim bersama Ketua
PP Muhammadiyah Prof. Dr. Syafii Maarif yang akan dilaksanakan pada hari Jum’at
25 April 2003. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga lingkungan baik dari tingkat
lokal hingga nasional, memperlambat deteriosasi lingkungan khususnya di perkotaan,
dan meningkatkan komunikasi isu di tingkat global dengan aksi di tingkat di
tingkat lokal. kegiatan ini juga didukung oleh Walikota Yogyakarta, Bp. Herry
Zuhdiyanto, SE, sebagai bentuk kerjasama dengan pemerintah kota untuk mewujudkan
kota yang lebih hijau. Program penanaman pohon ini direncanakan untuk menjadi
pilot proyek di delapan kota besar dan apabila berhasil disosialisasikan dikota-kota
lain di Indonesia.

– Acara ini juga akan dengan presentasi hasil penelitian kerjasama Lembaga Studi
dan Pemberdayaan Lingkungan PP Muhammadiyah dengan Kantor Menteri Lingkungan
Hidup Tentanng “Inisiatif lokal dalam penyelesaian konflik yang disebabkan masalah
lingkungan” yang dilaksanakan dari bulan Agustus 2002- Januari 2003. Kegiatan
ini untuk memberikan penjelasan tentang temuan -temuan penelitian berkaitan
dengan pentingnya penguatan inisiatif lokal dalam ikut menyelesaikan masalah-masalah
llingkungan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah,

Ketua sekretaris

Prof. Dr. H.A.Syafii Maarif Drs. H. Haedar Nashir, M.Si.