KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

JAKARTA, KOMPAS-Harian Kompas menerima dua penhargaan dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup, masing-masing kategori Surat Kabar Peduli LIngkungan dan Surat Kabar untuk Berita Foto Lingkungan. Selama empat bulan, 28 Maret-26 Juni 2009, pihak kementerian memantau pemberitaan di 10 media cetak.

"Penghargaan ini sebagai apresiasi kami karena media turut mengedukasi soal lingkungan kepada publik dengan caranya, "kata Menteri Negara LIngkungan Hidup Rachmat Witoelar ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan MAsyarakat di Jakarta, Senin (10/8).

Tanpa keterlibatan media, sosialisasi, edukasi, dan pengawasan lingkungan tidak akan maksimal. Sejauh ini,  lingkungan belum menjadi arus utama pembangunan nasional meski "pembelaan kepentingan lingkungan" sudah muncul di berbagai pemberitaan.

Selama empat bulan pemantauan, lebih dari 1.000 berita terpantau di 10 media cetak. Setiap hari rata-rata terdapat 16 berita soal lingkungan.

Secara umum, tema pemberitaan media beragam, mulai dari isu lingkungan lokal, kebijakan nasional, hingga isu global seperti perubahan iklim.

"Kesadaran lingkungan publik meningkat seiring pemberitaan. Namun, kualitas lingkungan hidup masih buruk dan kompleks, "kata Deputi VI Menteri Negara LH Bidang KOmunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Henry Bastaman.

Melalui metode audit analisis isi kualitatif, empat kategori anugerah media massa diberikan kepada surat kabar. Selain Kompas, dua penghargaan diberikan kepada The Jakarta Post untuk kategori Surat Kabar Peduli Isu Perubahan Iklim dan Jakarta Globe untuk kategori Surat Kabar Baru dengan Rubrik Khusus Lingkungan.

Henry menegaskan, kerja sama dengan media mutlak dilanjutkan di tengah berbagai kondisi lingkungan yang masih buruk. (GSA)

Sumber;
Media cetak Kompas
Edisi Selasa, 11 Agustus 2009