KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Komunitas eco-pesantren sumatera selatan agendakan 3 kegiatan penyadaran masyarakat agar peduli lingkungan.

Para Pimpinan, Ustadz dan Santri Pondok Pesantren diharapkan dapat menjadi pelopor dalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup, bahkan dapat lebih jauh lagi mampu  memberikan warna dan andil besar dalam upaya pembangunan Karakter Bangsa yang sedang menjadi perhatian semua pihak belakangan ini. Hal ini penting kita cermati mengingat terjadinya kerusakan lingkungan juga lebih dipicu oleh  kerusakan moral dan akhlak manusia yang sudah tidak lagi mengindahkan Halal dan Haram sebagai rambu-rambu kehidupan. Oleh karena itulah Pondok Pesantren sebagai basis pelaksana pendidikan keagamaan yang mengutamakan pembinaan akhlak dan moral dapat menjadi pelopor juga dalam mencetak generasi bangsa yang tidak saja cerdas otaknya, tetapi juga berkepribadian dan berakhlak mulia serta dibekali dengan  perimbangan karakter yang didalamnya sudah menggabungkan kaidah-kaidah etika, moral dan agama.

Demikian disampaikan oleh Ir. Bambang Widyantoro dalam sambutan mewakili Deputi MENLH Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, pada pembukaan Sosialisasi Program Eco-Pesantren dan Pembentukan Kader lingkungan Pondok Pesantren Cluster Sumatera Selatan  Tahap II yang dihadiri oleh 95 orang Pimpinan dan Ustadz  perwakilan dari 40 Pondok Pesantren dari Kota Palembang, Kab. Banyuasin, Kab. Ogan Komering Ilir dan Kab Ogan Ilir bertempat di Hotel Jayakarta, Palembang tanggal 19 Mei 2010.

Sementara itu Kepala  BPLHD Provinsi Sumatera Selatan dalam sambutannya antara lain menyampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sangat menyambut baik Program Eco-Pesanten ini, karena pengembangan kebijakan pondok pesantren yang ramah lingkungan akan mengakomodir berbagai kegiatan ramah lingkungan di pondok pesantren dan mengajak masyarakat sekitarnya untuk berperilaku ramah lingkungan terutama dalam menyikapi kondisi alam Sumatera Selatan  yang sudah semakin rawan bencana lingkungan seperti banjir yang sudah menjadi langganan rutin.

Pada kesempatan yang sama Drs. H. Hendra, M.Pd, Ketua Forum Komunitas Eco-Pesantren yang bertindak selaku Ketua Pelaksana kegiatan tersebut  dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam mengantisipasi permasalahan lingkungan khususnya di Sumatera Selatan, pihaknya akan segera membentuk dan mengadakan pelatihan Da’i lingkungan, menyusun buku panduan Khutbah Jumat berbasis lingkungan hidup dan menyelenggarakan lokakarya rehabilitasi mental pasca bencana. Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara antara lain Drs. H. Amri Siregar, MA Ketua PWNU Sumatera Selatan yang dalam paparanya makalahnya berjudul Kewajiban manusia dalam melestarikan alam berdasarkan prespektif Islam antara lain menyampaikan bahwa  Tugas utama Pondok Pesantren adalah menyadarkan masyarakat agar  mempunyai keseimbangan antara jasmani dan rohaninya,  sesuai dengan fitrahnya dan juga yang dicontohkan oleh rasulullah misalnya ketika anak lahir diazankan pada telinga kanannya dan qomat pada telinga kiri, ini merupakan anti toksin rohani, sedangkan ASI yang diberikan merupakan anti toksin jasmani, begitu juga ketika usia bayi 7 hari di aqikahkan sebagai anti toksin rohani juga, agar tidak kikir dan pelit nantinya begitu seterusnya diajari shalat, di sunat,  diberikan pendidikan dst.

Kepada peserta selain  diberikan materi tersebut diatas, diberikan kesempatan mengikuti lomba usulan kegiatan ramah lingkungan pendukung Eco-Pesantren dan copy CD Pengelolaan sampah organik di kebun karinda, (ws)

Sumber:
Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat perkotaan