KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

cf-1-1_1.JPGBertempat di Ruang Rapat Kalpataru Kantor Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Menteri Negara Lingkungan Hidup didampingi oleh Sekretaris Menteri Negara Lingkungan Hidup, Deputi MENLH bidang Peningkatan Konservasi SDA dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Deputi bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat serta beberapa pejabat terkait lainnya mengadakan Konferensi Pers mengenai beberapa hal terkait kunjungan ke beberapa negara.

Dalam pengantarnya, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir. Rachmat Witoelar menyampaikan bebrapa hal mengenai hasil pertemuan G8 yang berlangsung di L’Aquila, Italia, tanggal 8 – 10 Juli 2009. Disampaikan bahwa ada 3 hal utama dalam pertemuan   tersebut, yaitu perdagangan, lingkungan hidup dan ketahanan pangan. Khusus mengenai isu lingkungan hidup dipimpin langsung oleh Presiden Amerika Serikat. Pada kesempatan itu juga Obama menyatakan bahwa isu terpenting di seluruh dunia adalah masalah lingkungan hidup, diharapkan para pemimpin negara dapat memerintahkan para menteri keuangannya untuk memperbesar budget penanganan isu lingkungan hidup.

cf_2_2.JPGHal lain yang juga disampaikan pada konferensi pers hari ini oleh Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Internasional dan kemitraan/Kepala Sekertariat DNPI adalah mengenai hasil Asia Pasific Summit yang ‘mewisuda’ 51 orang wakil dari Indonesia sebagai komunikator mengenai isu-isu terbaru perubahan iklim yang dididik langsung oleh a Al-Gore. Dari hasil pertemuan itu juga terbentuk The Climate Project for Indonesia yang bertujuan untuk menggalang dukungan untuk mengatasi perubahan iklim.

Perkembangan mengenai proses Revisi UU No 23 tahun 1997 juga menjadi agenda disampaikan oleh Sekretaris Menteri LH, Ir. Arief Yuwono. Salah satu revisi dalam UU tersebut adalah mengenai sinkronisasi kebijakan otonomi daerah, AMDAL dan peningkatan kewenangan PPLH serta isu perubahan iklim yang menjadi isu baru dalam UU tersebut.

Hasil kunjungan lain juga disampaikan oleh Deputi bidang komunikasi lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Henry Bastaman, yang pada tanggal 6-7 Juli lalu mewakili Menteri Negara Lingkungan Hidup dalam pertemuan Islam dan Lingkungan yaitu pertemuan 36 negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam yang memperhatikan masalah lingkungan hidup dan perubahan iklim. Lanjutan dari pertemuan itu akan dilakukan pertemuan kembali yang khusus akan membahas masalah perubahan iklim dan memberikan input kepada Indonesia sebagai salah satu negara peserta dalam COP 15 di Copenhaen.

Informasi lebih lanjut :
Dr. Henry Bastaman, Deputi bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Negara Lingkungan Hidup