KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Konsolidasi-Organisasi-Masyarakat-Peduli-Lingkungan

Jakarta, 24 Nopember 2014. Hari ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan acara Pertemuan Antar Organisasi Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Acara berlangsung selama dua hari dan rencananya akan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya, Msc dengan beberapa narasumber antara lain Prof. DR Emil Salim, Ir. Johan Budi MT (Deputi Pencegahan KPK), Dr. Ir. Hilman Nugroho (Dirjen Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Kehutanan), Ir. Arief Yuwono, MA (Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim, KLH), Rano Karno Plt. Gubernur Banten, Mas Ahmad Santosa, SH. LLM, dan Abetnego Tarigan (Direktur WALHI). Sementara dari kalangan organisasi kemasyarakatan yang akan hadir sebagai narasumber antara lain Ecoton Gresik, Serikat Hijau Indonesia (SHI) Jawa Barat, serta Yayasan Petak Danun Kalimantan Tengah.

Dalam Sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan “Gerakan organisasi masyarakat merupakan modal sosial yang akan menjadi partner pemerintah, dan akan berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya penyelamatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, serta Daerah Aliran Sungai Nusantara”. Menteri juga menegaskan bahwa penegakan hukum lingkungan akan menjadi prioritas penanganan, baik pada aktor intelektual maupun masyarakat. Pada pertemuan ini akan disusun sinergitas program para organisasi-organisasi masyarakat ini dalam isu terkait penurunan tingkat kerusakan dan pencemaran lingkungan, penguatan kepedulian dan kemandirian dan pengawasan sosial.

Tema dari pertemuan ini adalah “Perkuat efektifitas Peran Organisasi Kemasyarakatan menuju Lingkungan Hidup yang Adil dan Lestari”. Inisiatif yang lahir dan berkembang secara mandiri dari organisasi masyarakat ini perlu diperkuat efektifitasnya supaya dapat menjadi kekuatan yang signifikan dalam menjaga, melindungi dan mengelola SDA dan lingkungan hidup. Salah satu caranya adalah dengan membangun kerjasama yang sinergik antar kalangan mereka sendiri maupun dengan pemerintah yang memiliki kepedulian yang sama dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Potensi LSM merupakan salah satu modal sosial yang akan menjadi pengawas, penyeimbang, dan membantu pemerintah dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan. Saat ini, peran dan gerakan penyelamatan lingkungan hidup dan kehutanan yang dilakukan LSM belumlah sinergi, mulai dari inisiatif rakyat, organisasi massa, organisasi peduli lingkungan, organisasi pemuda, organisasi perempuan dan organisasi rakyat. Oleh karena itu LSM perlu diberikan informasi tentang kondisi lingkungan hidup saat ini, termasuk kebijakan dan program yang telah dilaksanakan pemerintah, agar posisi dan peran LSM menjadi lebih kuat.

Informasi lebih lanjut hubungi:

Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemeterian Lingkungan Hidup, telp/fax: 021-8580087, email: humaslh@gmaill.com