Konvensi Internasional Tentang Merkuri 2013

Negara-negara anggota PBB akhirnya berhasil menyepakati sebuah konvensi baru internasional mengenai pengelolaan merkuri yang disebut Konvensi Minamata. Setelah proses negosiasi selama 3 tahun, konvensi tersebut baru berhasil disepakati setelah pertemuan kelima intergovernmental negotiating committee (INC) di Jenewa, yang sedianya diselenggarakan tanggal 12-18 Januari 2013, diperpanjang satu hari hingga tanggal 19 Januari 2013. Konvensi ini bertujuan [...]

15 Feb 2013 01:02 WIB

Negara-negara anggota PBB akhirnya berhasil menyepakati sebuah konvensi baru internasional mengenai pengelolaan merkuri yang disebut Konvensi Minamata.

Setelah proses negosiasi selama 3 tahun, konvensi tersebut baru berhasil disepakati setelah pertemuan kelima intergovernmental negotiating committee (INC) di Jenewa, yang sedianya diselenggarakan tanggal 12-18 Januari 2013, diperpanjang satu hari hingga tanggal 19 Januari 2013. Konvensi ini bertujuan untuk melindungi kesehtaan manusia dan lingkungan hidup dari bahaya merkuri.

Delri diketuai oleh Deputi IV MENLH (Dra. Masnellyarti Hilman, M.Sc) dengan anggota dari berbagai instansi terkait yaitu: Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Kementerian Kesehatan, Badan POM, KBRI Nairobi dan PTRI Jenewa.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia berhasil memastikan bahwa konvensi baru ini menerapkan pendekatan berimbang:  Di satu sisi, komitmen dan target yang diterapkan akan melindungi kesehatan dan lingkungan hidup. Di sisi lain,  target-target yang disepakati sesuai dengan kondisi di dalam negeri dan kebutuhan perekonomian Indonesia.

Bagi para penambang emas skala kecil, konvensi tersebut melindungi kesehatan para penambang emas dengan mendorong kerja sama antarnegara untuk mencegah penyelundupan merkuri.  Di lain pihak, konvensi tersebut juga mendorong kerja sama antarnegara untuk membantu mereka beralih ke bahan dan teknologi yang lebih aman.

Di samping itu, Indonesia, sebagai salah satu produsen utama vaksin polio dunia, berhasil memastikan bahwa pemanfaatan sejenis merkuri yang aman (thiomersal) dalam pembuatan vaksin tetap diperbolehkan selama belum ada penggantinya.  Upaya Indonesia ini memperoleh dukungan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingat vaksin polio masih dibutuhkan di negara berkembang.

Adanya konvensi ini juga memberikan kewajiban kepada berbagai industri di Indonesia untuk menerapkan sistem dan teknologi yang rendah merkuri.  Beberapa industri yang perlu menyesuaikan pemanfaatan dan pembuangan merkuri antara lain adalah industri lampu, pembangkit listrik dan produsen peralatan medis.

Konvensi ini akan ditandatangani dalam konferensi diplomatik di Minamata dan  Kumamoto, Jepang, tanggal 10 Oktober 2013.  Minamata merupakan daerah yang pernah mengalami keracunan methylmercury yang parah pada akhir 1950-an hingga merusak kesehatan lebih daripada 2500 penduduk setempat dan menyebabkan kematian ratusan di antaranya.  Tragedi Minamata membuka mata dunia mengenai bahaya merkuri untuk kesehatan dan lingkungan hidup.

Merkuri, yang memiliki simbol kimia Hg, merupakan unsur kimia alamiah.  Kegiatan manusia menambah jumlah merkuri di udara, air dan tanah.  Merkuri dapat terakumulasi dalam jaringan tubuh hewan air.  Keracunan merkuri dapat terjadi akibat kontak kulit, makanan, minuman dan pernapasan.  Dampaknya pada kesehatan termasuk gangguan sistem pencernaan dan sistem syaraf; paparan dalam jumlah besar dan berulang dapat menyebabkan kerusakan kesehatan yang bersifat fatal.

Merkuri atau raksa masih banyak digunakan oleh para penambang emas kecil di Sumatera dan Kalimantan.  Merkuri yang diselundupkan dari luar negeri tersebut digunakan untuk memisahkan emas dari bahan-bahan lainnya namun merusak kesehatan komunitas penambang emas. Emisi merkuri juga dapat dihasilkan dari kegiatan industri yang menggunakan bahan bakar batubara misalnya di industri pembangkit. Asia Timur dan Tenggara merupakan penyumbang 40% emisi merkuri ke udara.

Asisten Deputi Pengelolaan B3
Deputi Bidang Pengelolaan B3, Limbah B3 dan Sampah

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
Sex izle Film izle Hd Film izle Seo Danışmanı