KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA


Sumber Gambar: – Scan Koran kalteng post

PALANGKA RAYA – Menteri Negara Lingkungan Hidupo Prof. Dr. Gusti Muhammad Hatta, mengatakan, indeks kualitas lingkungan hidup di Kalteng cukup rendah. Dari 28 provinsi, Kalteng menduduki peringkat 27, satu posisi di atas Jakarta.

“Saat ini indeks kualitas lingkungan hidup di Kalteng hanya 45,7 berada di bawah angka rata-rata nasional 59,73 indeks dihitung sejak 2006 dengan indikator kualitas air, kualitas udara dan tutupan lahan. Kalteng berada di urutan kedua paling bawah dari 28 provinsi yang diberi indeks,” terangnya usai memberikan arahan pada rapat koordinasi dengan 14 bupati / walikota se-Kalteng dan Kepala BLH se-Kalteng di Aula Jayang Tingang. Senin (18/10) pagi.

Ditambahkannya, yang membuat indeks Kalteng anjlok ke peringkat 27 adalah kualitas airnya yang cukup rendah, hanya 2,92. Kualitas udaranya masih bagus , 93,71, sedangkan nilai tutupan lahan lumayan, 40,48 persen. “Saya setuju dengan program pemerintah Kalteng yang disampaikan Wagub Kalteng pada saat sambutan tadi yang salah satu fokusnya adalah peningkatan kualitas air,” ucapnya.

Lulusan S1 Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, itu menerangkan, salah satu penyebab rendahnya kualitas air adalah cukup besarnya kandungan air raksa dalam air sungai di Kalteng. Dia menyampaikan bahwa pada tahun 80-an, dirinya pernah melakukan pengambilan contoh air dari Jelapat (Barito Kuala Kalsel) sampai Puruk Cahu (Murung Raya, Kalteng). Kadar air raksanya terbukti sangat tinggi. Hal itu belum ditambah dengan budaya masyarakat di Kalteng yang masih membuang sampah ke sungai dengan seenaknya.

“Pertambangan rakyat banyak menyebabkan kadar raksa meningkat. Kita akan lakukan pembinaan untuk pengelolahan air raksa sehingga rantai makanan tidak terganggu. Dari air yang mengandung raksa, diserap tanaman, tanaman dimakan hewan dan hewannya dimakan dimakan manusia. Akhirnya manusia kena kanker. Ini perlu jadi perhatian,” terangnya sembari mendukung sepenuhnya green economic dan green province. (ans)

Sumber:
Kalteng Pos
Halaman 1
Selasa, 19 Oktober 2010