KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kulon Progo (ANTARA News) – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggalakkan penanaman sejuta pohon untuk mencegah tanah longsor serta mengurangi pemanasan global.

“Setiap tahun digalakkan penanaman sejuta pohon dengan tujuan untuk konservasi lahan guna mencegah longsor sekaligus mengurangi pemanasan global,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulon Progo Bambang Tri Budi Harsono, di Wates, Selasa.

Ia mengatakan konservasi lahan di kabupaten ini merupakan upaya mencegah erosi terutama di wilayah perbukitan Menoreh yang memiliki kemiringan tanah 60 derajat yang rawan longsor.

“Untuk menunjang program penanaman sejuta pohon, Dinas Pertanian dan Kehutanan membuat kebun bibit rakyat (KBR),” katanya.

Menurut dia, KBR terus dikembangkan, dan saat ini sudah ada 17 unit yang tersebar di tujuh wilayah kecamatan. “Masing-masing unit KBR harus mengembangkan 50.000 pohon yang dapat mencegah erosi, dan menjadikan lingkungan rindang,” katanya.

Tri Budi Harsono mengatakan setiap unit KBR dibantu dana sebesar Rp50 juta untuk mengembangkan tanaman seperti jati, dan mahoni. “Penanamannya kami pusatkan di empat kecamatan yang sangat rawan longsor, yaitu Kalibawang, Samigaluh, Kokap, dan Girimulyo,” katanya.

Ia mengatakan gerakan penanaman dan pemeliharaan pohon harus terus digelorakan, dan dilakukan secara rutin pada setiap masa tanam. “Sehingga, dalam waktu lima sampai 10 tahun mendatang Kabupaten Kulon Progo akan menikmati indahnya bumi yang hijau berseri, dan masyarakatnya sejahtera, jauh dari bencana,” katanya.

Dalam program penanaman sejuta pohon ini, kata dia, partisipasi masyarakat sangat besar. “Terkait dengan itu, pemerintah terus mendorong pengembangan bibit untuk ditanam di wilayah Kulon Progo. Dengan penanaman pohon tersebut diharapkan daerah ini hijau, dan terhindar dari bencana tanah longsor,” katanya.  (ANT-159/K004)

Sumber:
Antaranews.com
Selasa, 28 September 2010 21:38 WIB