KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Makasar 5 September 2012. Menteri Negara Lingkungan mengadakan kunjungan kerja ke Makasar, Sulawesi Selatan pada hari ini. Tujuan dari kedatangan Menlh ini adalah  membuka acara Sosialisasi Anti Korupsi dan Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Dekonsentrasi Bidang Lingkungan Hidup Tahun 2012″ di Hotel Aryaduta Makasar pada pukul 10.00 Wita Pagi.

Kegiatan ini dihadiri,  Gubernur Sulawesi Selatan; Para Pejabat dari Kementerian Lingkungan Hidup;  dan Para Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi dan Kabupaten/Kota se Sulawesi Maluku dan Papua; serta undangan. Pada kata sambutannya Menlh menyatakan bahwa persoalan lingkungan yang terjadi semakin meningkat, berciri tidak menentu, cepat dengan skala besar, telah menurunkan kualitas media lingkungan hutan, tanah, air, udara dan atmosfir, yang berakibat pada penurunan kualitas lingkungan sebagai penyangga kehidupan.

“Berdasarkan pengamatan saya selama ini, sekalipun persoalan lingkungan hidup berbeda tempat kejadian dan berlainan sebab akibatnya, namun persoalan lingkungan hidup pada dasarnya memiliki karakteristik yang hampir sama yakni melibatkan banyak pihak.”

Hal tersebut menegaskan kepada kita untuk secara maksimal dan terus menerus membantu peningkatan kapasitas daerah (Propinsi, Kabupaten/Kota) dalam mengatasi persoalan lingkungan hidup yang semakin memprihatinkan. Untul itu, diperlukan optimalisasi sumber daya yang dimiliki, yang dapat berupa pengalaman, pendanaan dan fasilitas lainnya.  Hal ini yang mendasari dilaksanakannya Dana Dekonsentrasi dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Lingkungan Hidup”.

Selanjutnya menteri juga menjelaskan komitmen Kementerian Lingkungan Hidup dalam meningkatkan kapasitas institusi lingkungan hidup daerah sebagai upaya sungguh-sungguh dan berkelanjutan, mewujudkan otonomi yang berwawasan lingkungan.

Pelaksanaan penerapan otonomi daerah selama ini telah memberikan pembelajaran kepada kita bahwa penanganan permasalahan lingkungan hidup bukan lagi hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat, melainkan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kewenangan Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Sangat disadari bahwa alokasi DAK LH 2012 Se Sumapapua masih jauh dibandingkan dengan DAK bidang-bidang lain, walaupun pada tahun 2012 terjadi peningkatan sekitar 11% dibanding tahun sebelumnya. Alokasi DAK Bidang Lingkungan Hidup 2012 menjadi Rp. 154.277.250.000 (seratus lima puluh empat milyar dua ratus tujuh puluh tujuh dua ratus lima puluh ribu rupiah) untuk 130 Kabupaten/Kota. Kinerja pelaksanaan DAK, sangat bergantung pada kemauan dan kemampuan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mengelolanya secara baik dan benar.

Untuk menjamin optimalisasi pemanfaatan dana alokasi khusus (DAK) bidang lingkungan hidup ini, Menteri juga  juga meminta keterlibatan aktif semua lini kelembagaan pengelolaan lingkungan hidup baik di Pusat dan Daerah, termasuk Pemerintah Provinsi dan Pusat Pengelolaan Ekoregion untuk melaksanakan peran koordinasi pembinaan teknis, pemantauan dan evaluasi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota.

Hal ini saya harapkan akan menjadi model kerjasama antara Pusat dan Daerah, dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang lingkungan hidup, sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Pada kesempatan yang sama Menlh menyambut baik “Sosialisasi Anti Korupsi” kerjasama PPE Sumapapua dan BPKP Propinsi Sulawesi Selatan. Semoga melalui acara ini, kita membangun sinergi dalam memerangi korupsi sebagai musuh kita bersama. Ini harus dimulai dari diri kita, lingkungan kerja kita dan dimulai dari sekarang.

Setelah acara tersebut Menlh masih diharuskan membuka Acara Pembekalan Lingkungan Hidup bagi Pramuka Kerjsama Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumapapua dengan  Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan yang dilaksanakan selepas makan siang.  Melalui kesepakatan ini Menlh harapkan  penguatan Gerakan Pramuka dalam pelaksanaan program dan kegiatan pendidikan dan pelatihan, pelaksanaan tanda kecakapan  khusus lingkungan hidup serta pertukaran informasi dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Selain penguatan kelembagaan juga yang paling penting penyelenggaraan kegiatan nyata pada masyarakat dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Seperti yang kita ketahui bersama Pramuka memiliki peranan yang sangat strategis dalam membangun karakter generasi muda Indonesia. Oleh karena itu maka dalam mewujudkan generasi yang berbudaya cinta lingkungan kegiatannya difokuskan pada pembentukan karakter Pramuka cinta lingkungan.

Gerakan Pramuka dari beberapa negara juga mengembangkan program Pramuka peduli lingkungan hidup. Upaya ini untuk mendorong partisipasi dan kontribusi anggota Pramuka di seluruh dunia untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Menlh berharap, pada setiap sudut area perkemahan  disediakan tong-tong sampah yang diklasifikasikan antara sampah yang dapat didaur ulang, sampah yang dapat dibuat pupuk, dan sampah yang dimusnahkan.

MenLH juga menghimbau, selain memberi contah juga dilakukan dengan membuat selebaran-selebaran untuk mendorong gerakan 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle atau mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang, ini dilakukan dengan menyebarkan selebaran dan contoh-contoh  ke semua area, sehingga perkemahan-perkemahan yang dilakukan akan kelihatan asri dan tidak nampak sampah dimana-mana.

Diakhir acara menteri berharap Pramuka selalu bisa memberi contoh yang baik di masyarakat, untuk itu dengan kesepakatan bersama ini akan lahir Pramuka berkarakter Cinta Lingkungan. Pesan saya, kepada kakak dan adik-adik sekalian, kepanjangan dari Pramuka:

P :Praja muda wahai penjaga alam

R: Ramah lingkungan jadikan kebiasaan

A: Ayo kawan kelola lingkungan

M: Mulai kini, mulai dari diri sendiri

U: Untuk Tuhan Yang Maha  Baik dan untuk Ibu Pertiwi

K:Kembangkan kreatifitas  sebagai kunci keberhasilan

A: Alam Lestari, Indonesia Bestari

Setelah sambutan diatas Menlh meninggalkan acara menuju hotel Mercure  memberikan kata sambutan pada acara Dekon Gas Rumah kaca, SPM dan Penegakan Hukum, dan terakhir Menuju spot cek emisi kendaraan setelah meninjau Monumen mandala.