KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Mataram, 3 September 2012. Hari ini Menteri Negara Lingkungan Hidup mengadakan kunjungan kerja ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka “Dialog interaktif dengan kader lingkungan Kabupaten Lombok Barat dan Kunjungan ke lokasi Penghijauan Gaharu Penerima Penghargaan Kalpataru Tahun 2002”. Lokasi penghijauan gaharu berada di Dusun Pusuk, Desa Lembah Sari, Kec. Batu Layar, Kab. Lombok  Barat, NTB.

Penghargaan Kalpataru telah dilaksanakan sejak tahun 1980, penghargaan ini digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai implementasi dari Pasal 63, poin UU No. 32 Tahun 2009 tentang PPLH, bahwa dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Pemerintah bertugas dan berwenang memberikan penghargaan.

Lebih dari dua dekade sejak diluncurkan, telah banyak orang atau kelompok yang menerima penghargaan ini. Sampai saat ini ada 297 orang/kelompok yang terdiri dari kategori Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan dan Pembina Lingkungan yang menerima penghargaan ini. Di propinsi NTB, penerima kalpataru seluruhnya adalah 6 (enam) orang, dan salah satu diantaranya adalah Haji Arpan pada tahun 2002 dengan kategori Perintis Lingkungan dengan kegiatan budidaya gaharu, penghijauan kawasan hutan lindung Pusuk, serta pembibitan gaharu, mahoni, sonokeling, sengon dan tanaman buah.

Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Baltashar Kambuaya, MBA, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan kepada para peraih Kalpataru, ”Saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pejuang lingkungan yang dengan penuh pengorbanan dan dedikasi yang tinggi serta konsisten telah berkontribusi terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup”. MenLH juga memberikan apresiasi kepada Haji Arpan (Alm) sebagai seorang pejuang lingkungan sejati karena meski telah tiada, usaha dalam pengelolaan lingkungan hidup masih dilanjutkan oleh kelompok yang dibentuk oleh H. Arpan termasuk anak kandungnya, dengan melakukan upaya melestarikan tanaman langka yaitu gaharu.

Masyarakat merupakan garda terdepan selaku mitra pemerintah dalam rangka melaksanakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.Peran masyarakat dilakukan untuk meningkatkan kepedulian dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, seperti: (a). Meningkatkan kemandirian, keberdayaan masyarakat,dan kemitraan; (b). Menumbuh-kembangkan kemampuan dan kepeloporan masyarakat; (c). Menumbuhkan ketanggap-segeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial; serta (d). Menumbuh-kembangkan dan menjaga budaya dan kearifan lokal dalam rangka pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Penghargaan Kalpataru yang telah diraih merupakan kontribusi yang sangat besar dalam terwujudnya lingkungan hidup yang lestari dan diharapkan dapat menginspirasi individu atau kelompok masyarakat yang lain untuk melakukan hal yang sama.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:

Ir. Ilyas Asaad, MP, MH,
Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat,
Kementerian Lingkungan Hidup,
Tlp/Fax: 8580087, email: humas@menlh.go.id