KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kunjungan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Gusti Muhammad Hatta, MS., ke Banjarmasin Post, Banjar TV dan Radar Banjarmasin.

Banjarmasin,  25  September 2010. Gusti Muhammad Hatta  mengatakan bahwa target pemerintah pusat adalah menekan emisi hingga 26 persen. Jika kita bisa menahan hotspot atau titik panas, serta kebakaran hutan, maka negeri ini  bisa mengurangi emisi karbon yang ditimbulkan setiap tahunnya.

Karenanya, ia mengatakan pada tahun 2011 nanti tidak ada lagi izin pembukaan lahan gambut dalam skala besar, seperti untuk lahan sawit. Pasalnya lahan ini mempunyai kecenderungan terbakar disebabkan oleh komposisi kandungan tanahnya. 

Sektor–sektor untuk pencapaian target 26 persen ini, terbagi dalam  penanganan masalah gambut, penanaman dan rehabilitasi hutan, pengelolaan sampah, pengendalian karbondioksida dari  industri, transportasi dan energi dengan konservasi energi terbarukan.  Ia mengatakan selama ini sudah sangat banyak kerusakan–kerusakan yang ditimbulkan oleh pengelolaan dan eksploitasi yang tidak berorientasi pada lingkungan hidup. Akibatnya kerusakan yang ditimbulkan sesekali menjadi bencana. Diantaranya bencana Kinarum yang disebabkan bagian hulu sungainya sudah rusak.

Untuk pertambangan batubara, Gusti Muhammad Hatta menilai, bupati-bupati di Kalsel terlalu mengobral penerbitan izin Kuasa Pertambangan (KP), terlebih menjelang Pemilukada. Sementara pengawasannya lemah. “Jadi, meskipun KP luasannya kecil, kalau banyak, jumlahnya jadi luas juga. Tapi saya bersyukur, tahun 2010 ini KP tidak boleh lagi dikeluarkan bupati,” ujarnya.

Hatta pun mencurigai, lemahnya pengawasan ini karena bupati terlibat dalam pengeluaran izin KP tersebut. “Atau izin KP-nya punya bupati, jadi BLHD (badan lingkungan hidup daerah) tidak berani mengawasi, takut dimarahi bupati,” ujarnya.

Informasi lebih lanjut:
Dida Gardera, ST., M.Sc,
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, KLH
Telp/Fax. 021-8517184,
email : gardera@menlh.go.id