KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS: Penandatanganan Nota Kesepahaman Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Dan Kementerian Ekonomi dan Pembangunan Republik Demokratik Timor Leste
Dalam rangka Pengembangan Kerjasama Lingkungan Hidup Internasional, dilakukan Penandatanganan MoU antara Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dengan Kementerian Ekonomi dan Pembangunan Republik Demokratik Timor Leste dalam “Environmental Cooperation': Salah satu kerjasama internasional yang penting adalah memiliki kerjasama bilateral dengan Republik Demokratik Timor Leste. Dengan perjanjian ini, kami ingin menjalin kerjasama kami di bidang:1. Tata Ruang; 2. Pengelolaan Sampah; 3. Alam Pengelolaan Tanah; 4. Perubahan Iklim; 5. Manajemen Rencana; 6. Pengembangan Regulasi dan Penegakan Lingkungan; 7. Manajemen Terpadu Zona Pesisir dan Laut; 8. Keanekaragaman hayati, dan 9. Laboratorium Lingkungan.

Kerjasama ini dilakukan dengan cara pertukaran ahli teknis, informasi dan praktik terbaik, penelitian dan pelatihan. Dalam memperluas kemitraannya, Indonesia dan Timor Leste juga dapat bekerja lama untuk mengelola masalah-masalah yang menjadi perhatian bersama dalam perjanjian lingkungan multilateral, seperti UNFCCC, UNCBD dan implementasi GEF (Global Environmental Fund) untuk menambahkan kepercayaan kedua negara dalam negosiasi multilateral. Sebagai contoh : Kedua Negara dapat mengembangkan kegiatan regional mengenai adaptasi dan keanekaragaman hayati melalui pendanaan GEF. Beberapa lembaga multilateral dan kerjasama bilateral dapat pula menjadi mitra yang kuat dengan kedua negara untuk mengembangkan kerjasama yang lebih baik.

Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS. mengatakan “Kerjasama ini pada dasarnya menguntungkan kedua belch pihak dan akan memperkuat upaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan pengelolaan lingkungan hidup”. Kementerian Lingkungan Hidup memiliki tiga indikator kund untuk mencapai: Pertama adalah untuk memaStiKan bahwa pencemaran lingkungan menurun. Diharapkan pada akhir 2014, beban pencemaran dapat dikurangi sampai dengan 50%. Kedua, untuk memastikan menurunnya kerusakan lingkungan dengan memerangi kebakaran hutan, menerapkan pertambangan berkelanjutan,- pengelolaan hutan berkelanjutan dan pertanian berkelanjutan. Dan yang ketiga adalah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia untuk mengelola lingkungan. Untuk dapat mencapai indikator ini, Indonesia menggunakan sumber daya dari kapasitas nasional dan kerjasama internasional. Kerjasama dengan Timor Leste ini merupakan salah satu bentuk Kerjasama International untuk dapat memenuhi pencapaian indicator tersebut.

Untuk Informasi Lebih Lanjut.-
• Drs. Rasio Ridho Sani, M.Comm., MPM, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar
Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, Tlp/Fax: 021-8580110, Email: rasiosaniPmenlh.go.id