KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA dalam kunjungannya ke Kab. Manokwari dan Kota Sorong, Prov. Papua Barat Kamis dan Jum’at tanggal 17 – 18 Oktober 2013 meresmikan bantuan Pengolahan Limbah Padat Ikan, yang diserah terimakan oleh Bapak MR. Karliansyah selaku Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup kepada Drs. F.M. Lalenoh, Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari dan Drs. Ec. L. Jitmau, MM Walikota Sorong Provinsi Papua Barat.

MenLH mengatakan bantuan Pengolahan Limbah Padat Ikan ini memiliki manfaat yang sangat baik terhadap lingkungan karena dapat mengurangi pencemaran dan bau, dikarenakan semua limbah ikan tidak lagi di buang ke laut atau di sekitar pasar ikan, tetapi limbah ikan dimasukkan ke dalam rumah produksi Pengolahan Limbah Padat Ikan untuk diolah menjadi berbagai jenis pakan ikan dan udang (pelet).

Dikarenakan permintaan tepung ikan sangat dibutuhkan sebagai bahan baku pembuat makanan ikan yang saat ini Indonesia membutuhkan tepung ikan 100 – 120 ton/th.

Dari jumlah kebutuhan tersebut 75 – 80 ton di import, dikatakan MenLH kondisi Indonesia sangat ironis karena Indonesia memiliki potensi produksi tepung ikan sangat besar.

Jika masyarakat kreatif mengolah tepung ikan dari hasil tangkap atau 40%, maka tepung ikan dapat dibuat di dalam negeri sendiri.

MenLH juga mengatakan kurangnya pengetahuan tentang pemanfaatan limbah ikan serta belum adanya penerapan teknologi dalam mengolah limbah ikan menjadi tepung ikan merupakan salah satu penyebab belum dimanfaatkan limbah ikan menjadi tepung ikan, padahal tepung ikan sangat dibutuhkan sebagai pakan ikan, udang dan juga ternak yang lainnya serta mempunyai daya saing ekonomi yang cukup tinggi.