KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Foto KLH- sambutan MENLHK dalam Seminar nasional Pusat Studi Lingkungan Indonesia-20112014Surabaya, 20 Nopember 2014. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. hari ini melakukan Kunjungan Kerja ke Surabaya dalam rangka menghadiri Konferensi dan Seminar Nasional Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia. BKPSL se-Indonesia setiap 2 tahun sekali menyelenggarakan Konferensi dan Seminar Nasional Pusat Studi Lingkungan (PSL). Konferensi Nasional BKPSL tahun 2014 diselenggarakan di Surabaya tanggal 19 – 20 Nopember 2014 dengan tema “Pemantapan UUPPLH dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan pada Era Otonomi Daerah”, dan sebagai penyelenggara adalah Pusat Studi Permukiman dan Lingkungan Hidup LPPM ITS. Konferensi dan Seminar Nasional diikuti oleh PSL dari Perguruan Tinggi seluruh Indonesia, Akademisi, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Organisasi penggiat lingkungan hidup, Praktisi dan Profesional di bidang lingkungan hidup, serta Pelaku Usaha.

Menteri LH dan Kehutanan dalam Sambutannya menyampaikan “BKPSL diharapkan dapat memberikan masukan dan pertimbangan dalam bingkai akademis dan praktis kepada Pemerintah maupun berperanserta secara aktif dalam setiap aktivitas dalam tatanan operasional guna menjamin keseimbangan lingkungan hidup dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Dengan kemampuan akademik yang tinggi serta pendekatan teknolgi, maka diharapkan kualitas lingkungan hidup terkini memberikan trend perkembangannya yang lebih baik.”

Tantangan yang dihadapi antara lain : (a) tantangan mewujudkan ketahanan lingkungan, konservasi dan preservasi kawasan lindung, pengendalian pencemaran lingkungan, mitigasi terhadap perubahan iklim, perlindungan ekosistem pesisir, dan lainnya; serta (b) tantangan upaya mewujudkan pengurangan ketergantungan pada Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berasal dari fosil (fossil fuel) dan peningkatan konsumsinya yang berdampak peningkatan emisi CO2 yang tidak terkendali serta konflik kepentingan pengelolaan sumberdaya alam. Persoalan laten lainnya adalah lemahnya penegakan hukum khususnya dalam mengatasi masalah menurunnya kualitas lingkungan hidup di Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga berkesempatan untuk meninjau SMK Katolik Mater Amabilis Surabaya sebagai sekolah Penerima Penghargaan Adiwiyata Mandiri 2014. Sekolah Adiwiyata merupakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan dimana bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggungjawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Tujuan Program Sekolah Adiwiyata merupakan implementasi dari UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kriteria untuk mencapai Sekolah Adiwiyata telah diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata, diantaranya adalah beberapa pencapaian dalam memenuhi 4 komponen Adiwiyata, yaitu:

  1. Kebijakan berwawasan lingkungan;
  2. Pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan;
  3. Kegiatan lingkungan berbasis partisipatif;
  4. Pengelolaan Sarana Pendukung Ramah Lingkungan.

Foto KLH- MENLHK bersama murid Sekolah Adiwiyata-20112014SMK Katolik Mater Amabilis Surabaya sebagai sekolah Penerima Penghargaan Adiwiyata Mandiri 2014 mempunyai strategi dalam menciptakan sekolah yang menyumbangkan lingkungan yang bersih dan sehat, yaitu:
a. Membentuk TIM Adiwiyata Sekolah
Tugas dari TIM Adiwiyata Sekolah mengadakan kajian lingkungan serta membuat dokumen Adiwiyata.
b. Membentuk Kelompok Kerja Siswa
Guru dan siswa yang terbentuk dalam POKJA melaksanakan tugas sesuai dengan jadwal.
c. Menjadwalkan Kegiatan Jumat Bersih
Dilaksanakan setiap Jumat pk. 06.30 – 07.45 kegiatan yang dilakukan adalah menyapu, mencabut rumput, menyiram tanaman, mengumpulkan daun kering & mengolah dalam komposter, membersihkan talang, & sanitasi
d. Membentuk Kader Lingkungan Hidup
Untuk mensosialisasikan kegiatan/program lingkungan hidup dibentuk Kader Lingkungan Hidup, dimana pembinaan kader dilakukan setiap Jumat pk. 12.00 – 14.00 pada jam Ekstrakurikuler Lingkungan Hidup. Materi yang diberikan meliputi daur ulang organik maupun non organik, pembibitan, pengomposan, biopori.

Adapun kegiatan sekolah yang menjadi unggulan terkait pengelolaan lingkungan hidup yang telah / sedang diimplementasikan oleh sekolah, yaitu:
a. Inovasi yang diunggulkan sebagai sekolah Adiwiyata adalah ZWWS (Zero Waste Water System). IPAL ZWWS dibangun karena ada permasalahan dengan limbah air yang sangat banyak dan udara/gasnya mengganggu proses belajar mengajar. Setelah dibangun IPAL, dapat digunakan sebagai media pembelajaran, penelitian dan penyelamatan limbah air yang nantinya diolah menjadi air bersih dan siap untuk diminum.
b. Komposter. Tong komposter dan tatakura serta Biopori menjadi sarana pengomposan yang paling mudah dan disenangi siswa dalam menangani limbah kantin dan daun. Kegiatan ini sering dilakukan karena jumlah sampah hasil praktek dapur, kantin dan banyaknya daun dimasukkan ke dalam komposter, tatakura dan biopori yang cukup banyak. Hasil dari komposting menghasilkan pupuk yang dapat digunakan oleh sekolah.
c. Pembuatan Wine / anggur dari kulit buah.
Pembuatan wine/anggur tidak untuk diminum tapi dipakai untuk campuran makanan oriental maupun continental. SMK Katolik Mater Amabilis mempunyai jurusan Jasa Boga dan Akomodasi perhotelan mempunyai mata pelajaran produktif pada masakan.

Profil: SMK KATOLIK MATER AMABILIS SURABAYA, Penerima Penghargaan ADIWIYATA MANDIRI 2014 (PDF)

Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga mengunjungi Kebun Binatang Surabaya.

Informasi lebih lanjut hubungi:
Ir. Ilyas Asaad, MP,
Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat,
Kemeterian Lingkungan Hidup,
telp/fax: 021-8580087, email: humaslh@gmaill.com