KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Siaran Pers

Untuk melihat sejauhmana dampak dan penyebab Banjir Bandang yang terjadi di sekitar Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di Kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara pada dini hari tanggal 27 April 2005 yang lalu, pada tanggal 11 Mei 2005 Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir Rachmat Witoelar bersama dengan anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Keadilan Sejahtera, H. Ami Taher, dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, H. Iedil Suryadi, dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi, Nizar Dahlan, serta Bupati Aceh Tenggara, Armen Deski, meninjau langsung kondisi lingkungan di lokasi banjir bandang.

Berdasarkan data dan informasi dari kejadian-kejadian banjir yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia selama ini, banjir yang terjadi tidak semata-mata akibat alam. Namun diakibatkan juga oleh kerusakan lingkungan yang semakin parah. Sejauh ini beberapa faktor diperkirakan sebagai penyebab banjir bandang di Kawasan Ekosistem Leuser, antara lain; intensitas curah hujan yang tinggi, kemiringan lahan, kestabilan tanah, dan adanya kemungkinan terjadinya pencurian kayu (illegal logging). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa di beberapa lokasi di Taman Nasional Gunung Leuser terlihat adanya lahan terbuka akibat kegiatan manusia. Lahan-lahan terbuka tersebut berpotensi untuk terjadinya longsor.

Terkait dengan penyebab banjir bandang di Kecamatan Badar Aceh Tenggara, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir Rachmat Witoelar mengatakan bahwa citra satelit menunjukkan adanya indikasi kegiatan illegal logging di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser, namun untuk memastikan apakah illegal logging atau hal lainnya sebagai penyebab utama dari banjir bandang tersebut perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Termasuk dengan melakukan kegiatan fly over disekitar Kawasan Ekosistem Leuser.

Memperhatikan pentingnya Kawasan Ekosistem Lesuer bagi kehidupan masyarakat saat ini, dalam waktu dekat Menteri Negara Lingkungan Hidup akan melakukan kegiatan pemantauan secara langsung kondisi Kawasan Ekosistem Leuser dari udara bersama dengan pihak terkait lainnya. Ir. Rachmat Witoelar menambahkan bahwa Taman Nasional Leuser berikut Kawasan Ekosistem Leuser merupakan kawasan yang sangat berharga bagi upaya pelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat. Untuk itu, kelestarian kawasan Ekosistem Leuser perlu dijaga oleh semua pihak yang berkepentingan terhadap kawasan ini.

Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa kegiatan perusakan lingkungan terutama di kawasan hutan sangat kompleks karena melibatkan banyak pihak. Untuk mengatasi hal ini maka Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melihat bahwa penanganan perusakan lingkungan hidup, khususnya dari kegiatan penebangan hutan dan pembalakan liar perlu dilakukan melalui penerapan prinsip-prinsip good governance. Pelibatan sebanyak mungkin pihak-pihak yang berkepentingan akan memudahkan upaya pelestarian lingkungan. Fokus utama dari langkah ini adalah penghentian kegiatan eksploitasi sumber daya hutan yang tidak terkendali dan pembalakan liar. Pihak-pihak yang terlibat diharapkan agar bersungguh-sungguh dan secara jernih melihat bahwa pengelolaan sumber daya alam termasuk hutan harus dilakukan secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan good governance dalam pelestarian lingkungan termasuk pengelolaan lingkungan di kawasan hutan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meminimalkan dampak kerusakan hutan dan banjir terhadap kehidupan masyarakat. Sehingga korban jiwa dan harta benda seperti yang terjadi pada saudara-saudara kita di Desa Jongar, Desa Lawe Mengkudu, desa Lawe Ger-Ger, Desa Lak-Lak, dan Desa Pedanggalan, Kecamatan Badar Kabupaten Aceh Tenggara dapat dihindarkan.

Bencana banjir bandang dan jatuhnya korban jiwa, harta benda milik masyarakat dan prasarana pembangunan seperti yang terjadi di Aceh Tenggara tidak boleh terulang lagi dimanapun di negeri ini. Untuk itu, seluruh pihak agar dapat bersama-sama memikirkan jalan pemecahan terbaik dan tentu saja secara bersungguh-sungguh untuk melaksanakan solusi tersebut. Termasuk melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup melalui kegiatan perlindungan terhadap kawasan hutan yang berfungsi lindung dan konservasi, seperti Kawasan Ekosistem Leuser di Provinsi Nangroe Aceh Darusalam (NAD).

Dalam penanganan para korban, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir. Rachmat Witoelar mengatakan bahwa perlu segera dipikirkan lokasi alternatif yang lebih aman untuk tempat tinggal masyarakat korban. Perlindungan terhadap kehidupan dan jiwa rakyat merupakan prioritas utama Pemerintah dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Melestarikan lingkungan adalah salah satu cara untuk memberikan perlindungan terhadap kehidupan dan jiwa rakyat Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Drs. Rasio Ridho Sani, M.COM, MPM
Asisten Deputi urusan Informasi
Telp. 021-8580081 Fax. 021-85900103, Email: rasiosani@menlh.go.id

Jakarta, 16 Mei 2005

Deputi Pembinaan Sarana Teknis
Pengelolaan Lingkungan Hidup,
u.b. Plt. Asisten Deputi urusan Informasi

Drs. Rasio Ridho Sani, M.COM, MPM