KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

pakde_03.jpgSesuai dengan tujuan PPBN untuk mempromosikan, memfasilitasi dan katalisator  penerapan Produksi Bersih di Indonesia, maka pada tahun 2009, PPBN memfokuskan diri untuk mengembangkan jejaring kerja baik nasional maupun internasional. Dalam upayanya tersebut, pada tanggal 15 – 19 Juni 2009 PPBN mendapat kunjungan resmi dari Jabatan Alam Sekitar – Kementerian Sumber Asli dan Alam Sekitar Malaysia sebanyak 5 (lima) orang yang diketuai oleh Deputy Director General (Development) Departement of Environment Y. Bhg. Ir. Dr. Shamsudin  Hj.  Abd. Latif. 

Tujuan dari kunjungan tersebut  sebagai studi banding dalam rangka melihat penerapan Produksi Bersih yang telah dilakukan di Indonesia  baik di Industri besar maupun UKM dan sekaligus untuk mempelajari pembentukan dan tugas – tugas yang telah dilakukan  Pusat Produksi Bersih Nasional dalam mengembangkan dan menerapkan produksi bersih. 

pakde_02.jpgKunjungan tersebut diawali dengan diskusi satu hari di hotel Century Atlete Senayan Jakarta yang  dibuka dan dipimpin oleh Deputi VII KNLH Drs. Sudariyono. Deputi VII menyampaikan  gambaran umum pelaksanaan  Produksi Bersih di Indonesia sebagai salah satu instrument pengelolaan lingkungan  untuk mendukung program – program yang dikeluarkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup serta    keberhasilan yang telah dicapai PPBN sejak dibentuk tahun 2004. Diskusi dihadiri  Asdep Stanteksih, Dra. Sri Tantri Arundati M Sc beserta staf dan Direktur Eksekutif PPBN, Dra. Rismawarni Marshal  beserta expert dan staf PPBN.

Pada hari ke dua, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke PT Indonesia Power UBP Tanjung Priok yang merupakan salah satu Industri yang sudah berhasil menerapkan Manajemen Lingkungan Berorientasi Keuntungan (MeLOK). Dimana MeLOK merupakan perangkat Produksi Bersih yang dikembangkan oleh PPBN atas dukungan Pro LH dan telah sukses diterapkan di tiga industri besar. Dalam kunjungan tersebut delegasi JAS Malaysia dan PPBN diterima oleh General Manager PT Indonesia Power UBP Tanjung Priok beserta jajaran manager dan tim yang terlibat dalam program MeLOK. Selain berdiskusi, rombongan juga diajak melihat secara langsung tindakan-tindakan perbaikan yang telah dilaksanakan melalui program MeLOK di lapangan. Delegasi Malaysia tertarik dengan penerapan MeLOK tersebut dan mempunyai keinginan untuk mempelajari lebih lanjut sehingga bisa diterapkan di Industri Malaysia.

pakde_01.jpgPada hari berikut delegasi Malaysia  melakukan peninjauan ke lokasi penerapan produksi bersih di UKM di daerah Yogyakarta yaitu kunjungan ke industri perak HS Silver di Kota Gede dan UKM Soun di Desa Manjung Klaten. Dalam kunjungan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari BLH Provinsi, Balai besar batik dan kerajinan, serta Pemilik dari HS Silver, perangkat kabupaten klaten, dan pengusaha Soun Desa Manjung.

Hari terakhir dilakukan kunjungan ke kampoeng batik laweyan yang merupakan lokasi proyek perintis kegiatan produksi bersih di sektor batik yang telah mendapat bimbingan teknis dari  PPBN, dimana pada saat kunjungan rombongan diterima oleh Sekda Kota Solo dan Ketua forum Kampoeng Batik Laweyan di Balaikota Solo.

Dari keseluruhan rangkaian acara, pihak delegasi dari Jabatan Alam Sekitar merasa terkesan atas semua hal yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia melalui PPBN dalam upaya menerapkan produksi bersih di sektor industri di Indonesia. Pimpinan rombongan Y. Bhg. Ir. Dr.  Shamsudin  Hj. Abd Latif mengatakan “banyak sekali yang bisa dipetik dalam lawatan ke Indonesia kali ini, dan dalam waktu dekat  kami akan mengirimkan beberapa staf JAS untuk mengikuti training of trainers yang dilakukan oleh PPBN