KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SD Negeri Percontohan 12 Benhil – Jakarta, 22 Desember 2011.Without culture we are not human, without culture how can we relate with the environment?” demikian penggalan sambutan Prof. Dr. Hubert Gijzen, Director dan Representative UNESCO (United Nations for Education, Scientific and Cultural Organization) Jakarta Office, pada kunjungan ke SDSN 12 Benhil, pada tanggal 22 Desember 2011 yang lalu. UNESCO adalah badan yang ditunjuk untuk mengembangkan Education for Sustainable Development (ESD).

Kunjungan ke SDSN 12 Benhil dilakukan sebagai bagian dari rangkaian kunjungan Mr Herbie Hancock  ke Indonesia sejak tanggal 16-23 Desember 2011. Mr Herbie Hancock adalah musisi jazz legendaris sekaligus Goodwill Ambassador UNESCO  untuk Intercultural Dialogue.

Tujuan kunjungan Mr Hancock -yang dikukuhkan sebagai Goodwill Ambassador UNESCO pada tanggal 22 Juli 2011 yang lalu-  ke Indonesia adalah untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap berbagai kegiatan dan best practices yang telah dilakukan Indonesia dalam hal  pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Untuk itu selain mengunjungi sekolah, peraih 15 Grammy Award dan 1 Oscar ini, juga  mengunjungi Candi Borobudur dan melakukan penanaman pohon, Candi Prambanan, Istana Yogyakarta, Mesjid Istiqlal, museum, dan lain-lain.

SDNP 12 Benhil adalah peraih penghargaan Adiwiyata Mandiri 2011 yang dianugerahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada pengingatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Istana Negara pada bulan Juni 2011 yang lalu. Penghargaan Adiwiyata Mandiri diberikan kepada sekolah Adiwiyata yang selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dapat mempertahankan komitmen dan meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan pendidikan lingkungan hidup. Ada 4 kriteria yang harus dicapai oleh sekolah Adiwiyata, yaitu : kebijakan sekolah, kurikulum, kegiatan partisipatif, serta sarana prasarana sekolah yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Program Adiwiyata untuk mencapai sekolah peduli dan berbudaya lingkungan dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup sejak tahun 2006. Sampai saat ini ada 1351 sekolah yang berpartisipasi pada program tersebut, namun kurang dari 280 sekolah yang mencapai kriteria sekolah Adiwiyata, dan 56 sekolah  yang meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri. Pada tahun 2012, program Adiwiyata akan dikembangkan untuk mengakselerasi agar lebih banyak sekolah yang dapat mencapai kriteria sekolah peduli dan berbudaya lingkungan

Sekolah peduli dan berbudaya lingkungan adalah wujud dari terjadinya dialog yang harmonis antara nilai/makna yang dikandung berbagai pelajaran, budaya local dan unsur modernitas menuju pembangunan  berkelanjutan. Prinsip-prinsip Education for Sustainable Development (ESD) telah diterapkan di sekolah-sekolah Adiwiyata. Tahun 2005-2014 telah ditetapkan sebagai Decade of ESD. Menjelang berakhirnya DESD ini, dialog antar budaya harus diperkuat agar prinsip-prinsip ESD dapat dipahami oleh masyarakat, baik melalui pendidikan formal maupun informal. (srs)

Informasi lebih lanjut :
Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat
Gedung B lantai , Kementerian Lingkungan Hidup
Jl DI Panjaitan kav 24 Kebon Nanas
Tlp/fax                     : 021 8580087
Email                       : susyrs@yahoo.com