KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

80 Orang Kyai Dan Ustadz  Ikuti Sosialisasi Program Eco-Pesantren  Dan Pembentukan Kader Lingkungan Pondok Pesantren Cluster Bandar Lampung

eco_lampung.jpgPermasalahan lingkungan di perkotaan tidak terlepas dari 4 persoalan besar yaitu: Pengelolaaan sampah, Ruang Terbuka Hijau, Pengelolaan Air baik air tanah sampai pada pengelolaan sungai, dan kualitas Udara. Keempat permasalahan ini tidak berdiri sendiri-sendiri karena semuanya menyumbangkan wajah perkotaan yang kita temui hari ini dengan kualitas air, Udara maupun Tanah yang saling berkaitan erat yang secara alamiah, menjadikannya saling ketergantungan antar elemen-elemen yang ada di alam termasuk manusia yang hidup di dalamnya.

Melalui kegiatan Program Eco-Pesatren dan Pembentukan Kader Lingkungan Pondok Pesantren yang disosialisasikan di Cluster Bandar Lampung ini, diharapkan dapat mendorong tumbuhnya inovatif dan inisiatip pimpinan Pondok Pesantren dalam mengatasi permasalahan lingkungan di sekitarnya minimal dalam mengelola sampah yang dihasilkannya, sehingga dapat membantu pemerintah kota dalam mengurangi sampah yang dibuang ke TPS, demikian antara lain Keynote Speech Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Sosialisasi Program Eco-Pesantren dan Pembentukan Kader Lingkungan Cluster Bandar Lampung pada tanggal 6 Mei 2008 yang diikuti oleh 80 orang Kyai dan Ustadz perwakilan dari 25 Pondok Pesantren Propinsi Lampung.

Sementara itu Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Propinsi Lampung Syaifullah Sesunan, SH, MH dalam sambutan pembukaan acara tersebut antara lain menyampaikan bahwa permasalahan lingkungan di kota Bandar Lampung sudah sangat memprihatinkan yang ditandai dengan berbagai kerusakan hutan, permasalahan sampah yang belum tertangani sepenuhnya, menurunnya air permukaan tanah yang sangat merugikan masyarakat luas terutama rakyat kecil yang mengandalkan kebutuhan air bersihnya dari sumur dangkal, dll. Dicontohkannya bahwa di derah Tulang Bawang tempat kelahirannya 20 tahun  lalu kedalaman sumur pantek hanya 9 m, sekarang sudah 30 m dan di beberapa tempat sampai ada yang mengebor lebih dari 50 m belum ada air. Oleh karena itu Pemda Propinsi Lampung menyambut baik Program Eco-Pesantren ini dengan harapan agar Pondok-Pondok Pesantren dapat menjadi pelopor dalam mengembangkan  berbagai kegaitan yang ramah lingkungan, mengingat permasalahan lingkungan tidak hanya menjadi tangging jawab pemerintah saja tapi menjadi tanggung jawab semua pihak.

Kegiatan yang diselenggarakan atar kerjasama Kemeterian Negara Lingkungan Hidup dengan Lembaga Penelitian Universitas Lampung ini selain menghadirkan nara sumber dari kalangan birokrasi juga menghadirkan nara sumber dari kalangan Perguruan Tinggi dan Praktisi lingkungan seperti  Dr. Affandi dari Universitas Lampung dengan judul materi “Pengelolaan Lingkungan secara Islami berdasarkan Hadits dan Fiqih serta Drs. Aryasin dari Pondok Pesantren Darul Fatah dengan judul materi “Mengembangkan Jejaring dan Kemitraan dalam mewujudkan Pesanten yang ramah lingkungan