KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA





Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia
yang saya hormati,
Rekan-rekan Menteri, dan
Para hadirin dan Undangan yang berbahagia,

Assalamu’alaikum
Warahmatullohi Wabarakatuh.

Puji dan syukur kita
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas ijin-nya pada hari ini
kita dapat berkumpul bersama-sama dengan para tokoh pejuang lingkungan yang
telah menerima penghargaan Kalpataru sejak tahun 1980, yaitu penghargaan dari
pemerintas atas kepeloporan dalam mengabdi, menyelamatkan dan membina lingkungan.
Sungguh merupakan suatu kehormatan bagi kami semua karena ibu Megawati Soekarnoputri,
presiden Republik Indonesia disela-sela kesibukan tugas sehari-hari, telah berkenan
meluangkan waktu hadir dan bertatap muka pada Acara Sarasehan Penerima kalpataru
Tahun 1980 -2001. Atas nama hadirin, kami menyampaikan hormat dan terima kasih
dengan setulus hati.

Ibu Megawati
Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia yang saya hormati,

Penganugrahan penghargaan,
Kalpataru yang telah dimulai tahun 1980 samapai dengan tahun 2001, telah dianugerahkan
sebanyak 174 penghargaan baik kepada individu maupun kelompok yang tersebar
diseluruh wilayah Indonesia. Meraka adalah individu atau kelompok yang telah
menjadi perintis dalam pengelolaan lingkungan, mengabdi terhadap kepentingan
lingkungan, penyelamat lingkungan dari kerusakan atau pencemaran lingkungan
dan pembina agar lingkungan tetap dapat lestari.

Para penerima Penghargaan
Penganugerahan kalpataru yang berkumpul pada hari ini adalah para tokoh lingkungan
yang datang dari seluruh pelosok Indonesia. Sebanyak kurang lebih 100 penerima
Penghargaan Kalpataru yang hadir adalah para tokoh lingkungan yang telah berjasa
dalam berbagai upaya untuk melestarikan lingkungan seperti rehabilitasi lahan
kritis, penghijauan, pelestarian hutan, teknologi pengairan, pariwisata berwawasan
lingkungan dan upaya lain yang bermanfaat dalam pelestarian lingkungan.

Kita semua menyadari
bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak dapat dilepaskan dari peran
keterlibatan masyarakat. Pada hakekatnya lingkungan adalah tanggung jawab seluruh
pihak baik pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media massa, institusi
masyarakat. Oleh karena itu, peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup
perlu kita berdayakan dan kita tingkatkan agar masyarakat mempunyai motifasi
yang kuat untuk bersama-sama mengatasi masalah lingkungan hidup.

Sebagai anggota masyarakat
yang telah menunjukan kepeloporan dan memberikan sumbangsihnya bagi pelestarian
lingkungan, para penerima penghargaan kalpataru telah berperan sebagai penggerak
utama (atau prime mover) dalam pemberdayaan masyarakat untuk berperan secara
nyata dalam pelestarian lingkungan. Dalam konteks yang lebih luas para tokoh
lingkungan menyumbangkan karyanya dalam pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam perspektif
pembangunan berkelanjutan, inisiatif lokal yang telah ditunjukan oleh para penerima
Penghargaan Kalpataru merupakan aset yang penting. Oleh karenanya, kesadaran
dan kepedulian yang telah menjadi etika dalam kehidupan sebagian masyarakat
Indonesia perlu diberdayakan dan dijadikan ujung tombak dalam pembangunan berkelanjutan.

Hasil yang telah
diperoleh oleh pemenang Kalpataru membuktikan komitmen bangsa Indonesia terhadap
pelestarian lingkungan. Komitmen tersebut tentunya perlu disampaikan pada seluruh
warga dunia agar citra Indonesia yang selama ini dinilai kurang positif terhadap
lingkungan dapat diperbaiki.

Pada kesempatan ini
perlu kami laporkan kepada presiden bahwa keberhasilan bangsa Indonesia dalam
melestarikan lingkungan akan kami sampaikan pada kesempatan pelaksanaan Prep-Com
IV tanggal 27 mei – 7 Juni 2002 di Jakarta, dimana persiapan pelaksanaannya
diketuai oleh Prof. Dr. Emil Salim salah seorang tokoh lingkungan Nasional yang
telah banyak menyumbangkan jasanya di bidang lingkungan hidup. Dengan menyampaikan
pengalaman para tokoh lingkungan tersebut maka tentunya akan memberikan gambaran
positif bagi Indonesia.

Dalam rangka menyelamatkan
hutan di indonesia, kami akan mengerahkan seluruh upaya dan daya agar praktek
penebangan liar atau illegal logging dapat di berantas. Penebangan
liar yang marak terjadi saat ini telah mencapai tingkat yang mengawatirkan dan
memerlukan tindakan penegakan hukum yang konsisten. Untuk itu, kami mohon dukungan
ibu presiden agar upaya tersebut dapat tercapai secara optimal.

Ibu Megawati
Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia yang saya hormati,

Penanganan permasalahan
lingkungan harus dilaksanakan secara dinamis dan spesifik sesuai dengan kondisi
serta karakteristik lingkungan setempat. Dengan kekhasan pengelolaan lingkungan
tersebut maka upaya yang inovatif dan responsif perlu secara terus menerus dilaksanakan.
Penataan pengelolaan lingkungan harus dikembangkan kearah pengelolaan yang tidak
hanya responsif terhadap perkembangan masyarakat, namun juga proaktif terhadap
dinamika permasalahan lingkungan.

Dalam perspektif
tersebut, kami akan secara terus menerus melakukan pembharuan penataan lingkungan
sebagai upaya untuk memperkuat kapasistas pengelolaan lingkungan baik dari sisi
kelembagaan, sumberdaya manusia, program dan peraturan perundangan. upaya tersebut
tentunya akan memberikan peluang yang lebih besar kepada seluruh pihak yang
mempunyai kepedulian terhadap lingkungan untuk secara bersama-sama melestarikan
lingkungan.

Untuk itu, Sarasehan
ini digagas dalam rangka memperkuat komitmen saudara-saudara kita yang telah
berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan hidup sekaligus memasyarakatkan
kepeloporannya kepada masyarakat secara luas agar memicu membangun komitmen
secara konsisten mempertahankan dan memperjuangkan pembangunan berkelanjutan.

Wassalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, 24 Januari
2002

Menteri Negara
Lingkungan Hidup

Nabiel Makarim,
MPA, MSM