KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

greenfins_low.jpgJakarta Convention Centre, Sabtu, 29 Maret 2008, telah dilaksanakan launching Green Fins Indonesia, yang bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan DEEP Indonesia 2008 International Diving, Adventure Travel and Water Sports Exhibition, sebuah ajang  pameran penyedia jasa wisata air termasuk peralatannya yang berlangsung pada tanggal 28 – 30 Maret 2008.

Green Fins adalah program yang dikembangkan oleh United Nations for Environment Program East Asian Seas/Regional Coordinating Unit (UNEP EAS/RCU) yang bertujuan untuk mendorong para penyedia jasa penyelaman/snorkeling atau Dive Operator agar dalam kegiatannya menerapkan penyelaman berwawasan lingkungan dalam rangka membantu pelestarian terumbu karang.  Selain itu, juga menciptakan jaringan diantara penyedia jasa penyelaman yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian fungsi lingkungan pesisir dan laut.

Green Find pertama kali diluncurkan di Phuket, Thailand, pada bulan Juli 2004, bersamaan dengan The Planning Workshop for Green Fins Local Network Leaders. Program GREEN FINS dilaksanakan di tiga negara, yaitu Thailand, Filipina, dan Indonesia. Ketiga negara ini merupakan tujuan utama para wisatawan selam karena dikenal memiliki keindahan dan keanekaragaman terumbu karang yang sangat tinggi.

Misi Green Fins Indonesia adalah melindungi dan melestarikan terumbu karang melalui penerapan panduan ramah lingkungan untuk mendorong industri pariwisata selam/snorkeling berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

GREEN FINS akan meningkatkan keterlibatan dan peran dari Dive Operator sebagai salah satu stakeholder dan mitra penting dalam upaya perlindungan, konservasi dan pemanfaatan lestari terumbu karang dan meningkatkan kepedulian lingkungan.

Dive Operator atau snorkeling dalam kegiatannya didorong untuk tidak hanya menawarkan jasa penyelaman semata, tetapi mempromosikan tata cara penyelaman yang tidak berpeluang pada rusaknya ekosistem terumbu karang.  Cara-cara ini tertuang dalam code of conduct Green Fins, yang merupakan panduan penyedia jasa penyelaman dalam penerapan wisata bawah air yang ramah lingkungan.  Selain itu, wisatawan juga dapat menilai secara interaktif dive operator yang dipakai jasanya, apakah sudah melaksanakan code of conduct (seperti ketersediaan tempat sampah di kapal, minimum discharge ke laut, mempromosikan cara menyelam yang tidak merusak, menggunakan buoy dalam operasionalnya, klasifikasi pelanggan, peran aktif dalam program kebersihan pantai dll.).  Selengkapnya di www.greenfinsindonesia.org

Pengembangan website tersebut ditujukan sebagai sarana interaktif antar masyarakat penikmat wisata bawah air, seperti wahana tukar menukar informasi (foto bawah air maupun data kondisi terumbu karang yang dipantau oleh penyelam), wisatawan yang melakukan survey sederhana mengenai kondisi terumbu karang di lokasi penyelaman dapat membagi hasil pemantauannya secara online melalui website tersebut dan dapat melihat hasilnya secara langsung.  Sehingga sesama wisatawan dapat berbagi pengalaman menyelam.

Untuk dapat melaksanakan survey sederhana, wisatawan diperkenalkan oleh instruktur dive operator mengenai tata cara menyelam yang ramah lingkungan.  Tentunya instrukturnya terlebih dahulu dilatih pengenalan ekosistem dan pengelolaan terumbu karang sehingga dapat memberikan ‘nilai’ lebih kepada wisatawan yang dilayaninya.

Acara launching Green Fins Indonesia dibuka oleh Asisten Deputi Urusan Pengendalian Kerusakan Pesisir dan Laut dan dihadiri berbagai instansi pemerintah (Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Pariwisata dan Budaya, Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia, Gabungan Pengusaha Wisata Bahari, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Klub Renang, Reef Check Indonesia, Lembaga Swadaya Masyarakat dan mahasiswa).  Pada acara tersebut juga dibagikan berbagai materi pengenalan Green Fins Indonesia, booklet, poster, buku terumbu karang, stiker dll.)

Program Green Fins ini akan melibatkan banyak pihak, mulai dari wisatawan, instruktur dive operator di lapangan, operator kapal, pengelola kawasan, masyarakat pesisir, pemerintah daerah, baik perorangan maupun dalam bentuk organisasi. Oleh karena itu, kepedulian dan komitmen kita bersama untuk aktif dalam pengembangan program ini menjadi penting untuk mendorong kegiatan selam atau snorkeling yang berwawasan lingkungan. Kepedulian secara individual dan kolektif serta dengan keterlibatan instansi pemerintah lainnya yang terkait dengan terumbu karang dan wisata bahari untuk berkomitmen bersama menjaga kelestarian terumbu karang di Indonesia.

Peran dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup, dalam hal ini, Asisten Deputi Urusan Pengendalian Kerusakan Pesisir dan Laut, Deputi Bidang Peningkatan Konservasi Sumberdaya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan adalah sebagai koordinator dan fasilitator sehingga upaya pelibatan peran wisatawan dalam inisiatif konservasi lingkungan pesisir dan laut dapat diwujudkan.  

Hal penting yang menjadi focus dalam kegiatan Green Fins Indonesia adalah pada penilaian kinerja dari penyedia jasa penyelaman dan snorkeling, setiap dive operator akan disertifikasi dan dinilai kinerjanya dalam implementasi dari program.  Mulai dari adopsi, pelaksanaan code of conduct sampai pada ada tidaknya upaya konservasi yang dilaksanakan sehingga terumbu karang di areal kerjanya menjadi semakin baik kondisinya.  Seperti Program Peringkat (PROPER) dalam industri yang terlebih dahulu dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, program Green Fins nantinya keluar dengan peringkat kepedulian lingkungan dive operator terhadap pelestarian lingkungan.  Sehingga baik wisatawan, pelaksana kegiatan wisata dan pemerintah akan berperan aktif dalam upaya peningkatan konservasi sumberdaya alam dan pengendalian kerusakan lingkungan yang pada akhirnya dapat terwujud pelestarian pemanfaatan sumberdaya terumbu karang untuk kegiatan wisata bahari di Indonesia.

Sumber:
Agus Rusly, Staf Asdep Laut/Deputi III KLH