KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

(Upaya Pelestarian Bambu dan Pemanfaatannya Secara Berkelanjutan)

Bertempat di Kampung Paseban RT.04/RW. 05, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor, tanggal 26 Nopember 2014, dilaksanakan Launching Kampung Bambu Terpadu sebagai Upaya Pelestarian Bambu dan Pemanfaatannya Secara Berkelanjutan. Acara ini juga sekaligus memperingati Hari Bambu Indonesia.
Kampung Bambu Terpadu merupakan model yang dinamis dalam konsep pengembangan bambu berbasis masyarakat dimana kampung bambu merupakan tempat untuk pusat informasi bambu, tempat pelatihan berbudidaya dan memanfaatkan bambu, laboratorium bambu, pengolahan bambu sampai dengan tempat pemasaran kerajinan bambu tersebut.
Dalam peresmian tersebut hadir Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandy, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ilyas Asaad, Mantan Menteri Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja, Sekda Pemda Kabupaten Bogor Adang Suptandar, budayawan, pakar bambu, serta komunitas masyarakat penggiat bambu.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam sambutannya, mengatakan kampung bambu terpadu merupakan salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang didukung oleh DPR RI bersama dengan masyarakat dapat menjadi contoh kegiatan bagi kementerian lain dalam rangka pelestarian bambu dan pemanfaatannya. Terkait dengan posisi Pegawai Negeri Sipil diharapkan dapat berperan aktif menjadi penggerak sekaligus motivator kepada masyarakat untuk dapat mengembangkan dan memanfaatkan bambu secara berkelanjutan diluar kedinasannya sebagai pegawai pemerintah.

Kemudian, Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan permintaan bambu dunia dari waktu ke waktu terus meningkat. Negara-negara di kawasan Eropa membutuhkan 700 ton panel bambu per bulan atau 8,4 juta ton per tahun. Sementara di Amerika Serikat membutuhkan 20 juta ton per tahun. India ekspor bambunya mencapai 35 persen pasar dunia, Tiongkok 69 persen dan Indonesia hanya 6,7 persen. Putaran usaha dalam industri bambu di seluruh dunia diperkirakan mencapai US$ 7 miliar. Tahun 2015 diperkirakan perdagangan usaha bambu akan menembus angka US$ 15 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa bambu mempunyai nilai luar biasa selain menangkap karbon juga bisa berfungsi sebagai center of excellence dan memberi peluang usaha sangat signifikan bagi investasi.

Dengan peluncuran kampung bambu terpadu ini, semoga bambu Indonesia dapat berkembang dalam pengembangannya, dan lingkungan tetap terjaga kelestariannya, kemudian dapat dibuat di berbagai wilayah di Indonesia.
Selamat hari bambu Indonesia, semoga bambu tidak terasing di negerinya sendiri!!