Launching PLI 2013: Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan

LAUNCHING PEKAN LINGKUNGAN INDONESIA 2013 JAKARTA, 28 MARET 2013 – Dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pelibatan masyarakat dan swasta serta pemerintah menjadi aspek yang penting, pemerintah perlu mengeluarkan program yang  pro lingkungan, pihak swasta perlu juga akan pentingnya pemanfaatan SDA yang berkelanjutan dan masyarakat perlu melakukan aksi-aksi yang dapat dilakukannya antara lain membuang [...]

1 Apr 2013 04:51 WIB

LAUNCHING PEKAN LINGKUNGAN INDONESIA 2013
JAKARTA, 28 MARET 2013
– Dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, pelibatan masyarakat dan swasta serta pemerintah menjadi aspek yang penting, pemerintah perlu mengeluarkan program yang  pro lingkungan, pihak swasta perlu juga akan pentingnya pemanfaatan SDA yang berkelanjutan dan masyarakat perlu melakukan aksi-aksi yang dapat dilakukannya antara lain membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon atau juga menggunakan energy secara bijak.

Dalam upaya tersebut dilaksanakan pekan lingkungan 2013, yang mempertemukan antara masyarakat sekitarnya dengan hal tersebut, masyarakat perlu diedukasi dari waktu ke waktu, sehingga semakin cinta dan peduli akan lingkungan.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk pengedukasian masyarakat tersebut adalah melakukan kampanye lingkungan antara lain melalui pekan lingkungan hidup.

Berbagai kegiatan peduli lingkungan kembali diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup bersama seluruh lapisan masyarakat dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2013. Indonesia mengusung tema  “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan”, yang selaras dengan tema yang dikeluarkan oleh Badan Lingkungan Hidup Dunia, United Nations Environment Programme (UNEP), yaitu “Think.Eat.Save”.

Tema Hari Lingkungan Hidup yang kita usung “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi Untuk Selamatkan Lingkungan” dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang mudah serta membuka kesadaran kita semua/masyarakat atas pentingnya menyikapi pemanfaatan makanan dan sumber daya alam termasuk pemanfaatan bahan makanan secara bijak.

Persoalan lingkungan tidak dapat dilihat sebagai suatu yang berdiri sendiri, namun sangat terkait oleh perilaku manusia terutama dalam memenuhi kebutuhannya. Perubahan perilaku melalui gaya hidup tentu saja merubah pola ekstraksi sumber daya alam dan energy yang ada. Manusia didorong untuk tidak menggunakan sumberdaya alam secara tidak berkelanjutan.

Hasil study Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menunjukkan bahwa Indeks Perilaku Peduli Lingkungan (IPPL) sebesar 0,57 (dari angka mutlak adalah 1), hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat kita belum berperilaku peduli lingkungan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Perilaku konsumsi masyarakat saat ini adalah pemenuhan kebutuhan 49,3% bahan makanan  yang berasal dari import luar negeri.

Kondisi ini tentunya akan memberikan dampak bagi lingkungan seperti meningkatnya emisi dari transportasi makanan tersebut dari daerah asal ketempat tujuan.

Data juga menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat terhadap daging merah mencapai 77%, sedangkan konsumsi ayam lebih banyak lagi yaitu 91%. Sementara itu masyarakat yang mengkonsumsi makanan dari (produk lokal hanya 36,4%) konsumsi beras mencapai 150 kg pertahun. Adapun sisa sampah organik terutama makanan hanya 2.2% yang dikomposkan selebihnya dibuang dan menjadi beban pencemaran lingkungan.

Beberapa hal yang patut dipertimbangkan bahwa “melimbahkan” makanan bukan hanya berdampak pada pemborosan keuangan namun juga limbah makanan juga akan menyebabkan :

  1. Pencemaran Lingkungan
  2. Pemborosan konsumsi bahan bakar (yang digunakan untuk transportasi)  penyimpanan  dan pendistribusian.
  3. Penggunaan bahan kimia – seperti pupuk dan pestisida yang telah digunakan selama masa penumbuhan tanaman.
  4. Makanan membusuk menciptakan lebih banyak metana (salah satunya penyebab gas rumah kaca yang paling berbahaya dan berkontribusi terhadap perubahan iklim). Metana 23 kali lebih kuat daripada C02 menyumbang pembentukan emisi gas rumah kaca. Karenanya, besarnya jumlah makanan terbuang ke tempat pembuangan sampah secara signifikan berkontribusi terhadap pemanasan global yang terjadi selama ini.

Masalah limbah makanan adalah masalah yang terjadi di seluruh negara, baik negara-negara maju, negara industri maupun negara berkembang. Kita yang hidup di Indonesia sesungguhnya harus sangat bersyukur karena alam Indonesia jauh lebih mampu “memanjakan” warganya dengan jenis bahan makanan yang banyak dibandingkan alam pada belahan lain didunia ini. Empat (4) hal utama yang menjadi kebanggaan Indonesia terkait dengan alam, yaitu :

  1. Alam Indonesia mampu menumbuhkan makanan pokok seperti padi, jagung, sagu, ketela, juga aneka ragam sayuran dan buah-buahan.
  2. Luasan negeri Indonesia sangat memberi dukungan terhadap berkembangnya ternak dan hewan peliharaan untuk kepentingan konsumsi manusia.
  3. Laut Indonesia yang luas menyediakan ikan dan sumber daya laut secara berlimpah.
  4. Alam Indonesiapun memberi banyak ragam ikan air tawar yang bahkan tanpa perlu dipelihara.

Pertanyaannya adalah akankah kita menghargai pemberian alam dengan sikap dan pola konsumsi berorientasi pada kelestarian lingkungan ? Ataukah kita hanya akan menjadi pengikut dari bangsa lain yang memiliki kebiasaan membuang-buang makanan ?

Dalam rangka menanamkan kepedulian, kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap berbagai isu lingkungan hidup, Kementerian Lingkungan Hidup menyelenggarakan Pekan Lingkungan Indonesia 2013 (PLI 2013) di Jakarta Convention Center, Hall A pada tanggal 30 Mei sampai 2 Juni 2013. PLI yang diselenggarakan tahun ini tetap mengusung mekanisme “Zero Waste Event”, yang dimaksud Zero Waste Event ini adalah selama penyelenggaran Pekan Lingkungan Indonesia (PLI) 2013 harus benar benar bersih dari sampah yang berserakan dan mendaur ulang semua sampah termasuk sisa makanan dan botol air yang dihasilkan oleh acara tersebut. Sehingga pada saat hari terakhir Pekan Lingkungan Indonesia (PLI 2013) dapat diketahui berapa kilogram jumlah sampah yang dihasilkan, jenis sampah yang dihasilkan (organik, nonorganik, kaca, B3, dll) serta pengelolaan dan pemanfaatan kembali sampah-sampah tersebut.

Pekan Lingkungan Indonesia Ke 17 ini diselenggarakan bersamaan dengan pameran CSR yang Kelima dan pameran Teknologi terbarukan yang ketiga. Pekan Lingkungan Indonesia (PLI) direncanakan dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia. Dalam penyelenggaraan PLI ini ada berbagai rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan berupa :

  1. Lomba Menggambar dan Mewarnai untuk anak-anak sekolah yang akan diikuti 900 peserta dengan tiga kategori lomba yang berbeda-beda.
  2. Lomba Photo Lingkungan, yang akan diikuti dari berbagai kalangan (umum, pelajar, mahasiswa dan wartawan).
  3. Eco Driving workshop dan rally akan dikuti oleh 100 peserta mewakili kelompok masyarakat dan individu.
  4. Lomba Green Music diikuti 30 kelompok (boy band dan girl band), musik tradisional dan penampilan artis ibukota.
  5. Eco Creative diikuti 30 peserta mewakili dunia usaha dan pemda. Eco Creative ini akan menampilkan produk-produk daur ulang dan produk-produk ramah lingkungan.
  6. Fun walk and Fun Bike akan dikuti 2000 peserta, pada saat digaris finish semua peserta fun walk dan fun bike akan dibagikan bibit pohon.
  7. Seminar and Workshop tingkat nasional dengan  8 judul seminar yang akan menghadirkan pembicara-pembicara para pakar dibidangnya masing-masing.

Pada akhirnya melalui Pekan Lingkungan Indonesia (PLI 2013) Kementerian Lingkungan Hidup mengajak semua pihak untuk mengubah perilaku dan pola konsumsi untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Ini adalah tanggung jawab bersama masyarakat Indonesia. Semakin kita tahu tentang informasi makanan, semakin bijak kita memilih makanan yang dapat mengurangi dampak negatip terhadap lingkungan.

Mari bersama-sama kita sukseskan Peringatan Hari Lingkungan Hidup dan Pekan Lingkungan Indonesia (HLH-PLI 2013) ini dengan “Ubah Perilaku dan Pola Konsumsi untuk Selamatkan Lingkungan” !!!

Download:  LOGO HLH (highres)

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor