KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta meminta jasa laundry atau binatu memilih deterjen yang tak mengandung fosfat tinggi karena bisa rnenjadi pencemar atau polutan air tanah.
“Banyak usaha binatu yang tak mengolah limbahnya tertebih dahulu. Mereka lebih suka memilih deterjen dengan busa berlimpah, padahal limbah deterjen itu bisa mencemarkan air tanah,” kata Suyana, Kepala


Dinas Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Selasa (25/5).
Menanggapi upaya penertiban oleh Dinas Ketertiban Yogyakarta, yang menemukan ada 36 jasa binatu yang melanggar izln gangguan (HO) maupun perilaku membuang limbah cair, sementara 29 di antaranya membuang limbah sembarangan, UM Yogyakarta mengimbau penggunaan deterjen yang ramah lingkungan. Pemilik usaha binatu sebenarnya bisa menerapkan teknologi sederhana pengelolaan limbah deterjen. Salah satunya dengan pembuatan septic tank khusus, penambahan arang aktif untuk menyerap limbah bisa dilakukan. Hanya saja, ongkos untuk pengolahan limbah disebutkan mahal.
“Tanah itu bisa melakukan pemurniannya sendiri secara alamiah. Kalau untuk penjernihan bisa menggunakan arang aktif yang rutin diganti agar hasilnya bisa maksimal.” kata Suyana. Selama tiga bulan kedepan, Dinas Ketertiban dan BLH akan terus memetakan dan memantau jasa binatu. Promosi deterjen yang tanpa busa perlu terus dilakukan. Much Fatchurochman

Sumber:

Jurnal Nasional

Rabu, 26 Mei 2010

Halaman 6