KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 

BANDUNG (51)- Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (Telimek) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memper¬kenalkan mobil hibrida. Mobil yang di klaim hemat BBM tersebut merupakan hasil pengembangan dan riset para peneliti LIPI selama empat tahun.

Saat ini LIPI sedang mencari investor yang bersedia memproduksi mobil 100% buatan Indonesia tersebut secara massal, “Jika dijual harganya dapat mencapai Rp200 juta,” ujar peneliti Telimek Abdul Hapid saat pengenalan mobil hibrida tersebut di Gedung LIPI Bandung kemarin.

Hapid mengungkapkan. karya LIPI yang diberi nama The 1st Hybrid Electric Vehicle itu menggunakan teknologi mobil listrik dikombinasikan dengan mobil hibrida bertipe memakai generator dan baterai. Dua energi tersebut berfungsi sebagai penggerak mobil.

Energi utama berasal dari listrik yang disimpan pada motor listrik. Adapun energi tambahan berasal dari mesin generator yang menggunakan BBM seperti bensin maupun solar dan hanya berfungsi jika dibutuhkan. Untuk sementara mobil hibrida LIPI menggunakan motor listrik dengan mesin berkapasitas 160 cc.

Mobil berukuran mini yang panelitiannya menghabiskan dana Rp2,S miliar itu dapat menghemat pemakaian BBM hingga 50%. “Perbandingan dengan mobil yang rnenggunakan BBM, 1 liter seharga Rp 4.500 menempuh jarak 8 km. Dengan tenaga listrik, cukup mengeluarkan sekitar Rp2.000,” ungkapnya.

Pengembangan mobil ini bertujuan mengatasi ketergantungan BBM dan mengurangi efek pernanasan global.

“Mobil ini luga dapat berkontribusi daIam penurunan emisi gas karbon basil pembakaran BBM,” katanya. Daya yang dihasilkan mobil ini sebesar 43 hp dengan kecepatan maksimaI 70 km/jam.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Syahrul Aiman mengungkapkan, LIPI tidak berwenang memproduksi mobil hibrida secara massal. berharap hasil penelitian kita ini terpakai, tetapi ternyata sulit untuk merealisasikan itu. Jika ada yang berminat, karni menyambut baik,” paparnya.

Selama ini,kata Syahrul, sudah ada  diskusi dengan para produsen mobil, tetapi tidak ada kelanjutan dari pembahasan itu. Selain mencari investor, LIPI juga membutuhkan tambahan anggaran untuk pengembangan lebih lanjut mobil hibrida itu.

“Selama ini kami mendapatkan anggaran untuk riset, tapi ternyata membutuhkan Dana lebih besar lagi untuk pengembangan selanjuinya. Kami akan terus berupaya melakukan penyempurnaan karena mobil saat ini masih dalam tahap uji,’ ungkapnya. (Krisiandi sacawisastra)