KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Makassar, 21 Desember 2014. Hari ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelenggarakan “Live Green Festival” (LGF) di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar. Festival ini bertujuan untuk “menciptakan efek cinta lingkungan kepada masyarakat secara berkelanjutan sehingga diharapkan mendapat respon positif terhadap alam kita”. Acara ini diikuti oleh masyarakat Kota Makassar, dunia usaha, akademisi, pemerintah daerah termasuk camat dan lurah se-Kota Makassar. Penyelenggaraan LGF juga merupakan rangkaian peringatan hari ulang tahun Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Ekoregion Sulawesi & Maluku (PPE Suma) yang ke-19 sekaligus kegiatan sosialisasi dari penggabungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan. Acara ini dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya, MSc, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Agus Arifin Nu’man serta Walikota Makassar, Ir. Muhammad Ramadhan Pomanto.

Pada kesempatan ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan “Berbagai kegiatan yang berlangsung hari ini di Anjungan Pantai Losari merupakan aksi nyata yang diharapkan dapat mengetuk kepedulian masyarakat dan berperan serta peduli pada lingkungan. Hal ini merupakan contoh konkrit penyelamatan lingkungan, dengan mengajak masyarakat aktif melakukan penanaman pohon dan merawat tanaman, penghematan listrik untuk ketahanan energi, penghematan air untuk ketahanan pangan, penggunaan produk-produk ramah lingkungan serta menggunakan dan melakukan daur ulang sampah.”

Atas peran aktif pemerintah daerah kota Makassar, Ibu Menteri menyampaikan “Apresiasi kepada Walikota Makassar dan jajarannya yang secara aktif dan inovatif melakukan berbagai kegiatan lingkungan hidup. Hal ini mencerminkan kepemimpinannya yang demokratis. Kegiatan di Makassar ini merupakan pelopor yang baik, semoga dapat ditiru di tempat lainnya.”

Rangkaian acara Live Green Festival kali ini berupa bersih-bersih Pantai Losari bersama masyarakat Kota Makassar, pemberian penghargaan bagi mitra lingkungan PPE SUMA dan apresiasi keluarga cinta lingkungan. Hasil dari kegiatan bersih sampah Pantai Losari pagi ini, berhasil dikumpulkan dan dipilah sampah berupa sampah yang dapat di daur ulang (kertas dan plastik) sebanyak 372 kg dan bernilai ekonomis kurang lebih setara dengan Rp. 493.000, disamping itu terkumpul sampah lainnya sebanyak 123 kg (kurang dari 30%) yang nantinya akan diproses lebih lanjut. Hasil kegiatan tersebut merupakan bagian edukasi kepada masyarakat bahwa sampah dapat bernilai ekonomis dan masih mempunyai nilai guna.

Pada kesempatan ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan meninjau Bank Sampah dan kegiatan daur ulang sampah di Pulau Lae-lae, yang merupakan bagian dari “Gerakan 1000 Bank Sampah”. Kunjungan ini sejalan dengan semangat pemerintah untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam semangat NKRI. Menteri juga memberikan bantuan alat komposter untuk Bank Sampah Pulau Lae-lae.

Selanjutnya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga membuka Rapat Kerja Saka Kalpataru yang digagas oleh Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan. Menteri LHK menyatakan “Saka Kalpataru harus turut membantu pemerintah dalam mengelola sumber daya alam yang tidak membebani lingkungan hidup. Pemerintahpun harus lebih demokratis dengan mendengar dan mengelola semua aspirasi masyarakat dari yang bagus hingga yang kurang baik serta menjembatani kepentingan masyarakat.”

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta rombongan juga melakukan kunjungan ke Kantor PPE Suma di Jalan Perintis Kemerdekaan km 17 Sudiang, Makassar yang telah mendapatkan serifikasi ISO 14000 dan menjadi model “Eco Office”. Pada kesempatan ini Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadakan dialog tentang lingkungan hidup dengan berbagai elemen masyarakat. Gubernur Sulawesi Selatan, M. Jasin Limpo turut hadir dalam dialog tersebut.

Sebelumnya, pagi hari ini Menteri LHK melepas acara Jalan Santai di Lapangan Karebosi, dimana saat itu dicetuskan Deklarasi Revolusi Mental yang ditandatangani juga oleh Ketua DPD RI, beberapa anggota DPD, Rektor Unhas dan pemuka daerah lainnya. (Ir. Darhamsyah, Msi, Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Sulawesi Maluku)