KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Dalam rangka pembahasan dan penanganan masalah lingkungan hidup akibat bencana alam Tsunami yang terjadi pada tanggal 26 Desember 2004, United Nations Environment Programme (UNEP) bekerja sama dengan Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) dan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Provinsi NAD, serta United Nations Development Programme (UNDP) menyelenggarakan Lokakakarya selama 2(dua) hari, yang ditujukan:

· Menyajikan Rencana Pengelolaan Sampah Pasca-Tsunami Asia dari PBB (UNPATWM) yang dikembangkan baru-baru ini – suatu Rencana yang dapat digunakan oleh para pengelola kegiatan di bidang persampahan sebagai dokumen acuan guna memastikan bahwa proyek-proyek pembuangan dan pembersihan sampah Pasca-Tsunami Asia dilaksanakan, dengan memperhitungkan semua kemungkinan aliran sampah (waste stream).
· Menyebarluaskan metoda praktis yang baik dalam pengelolaan sampah yang sesuai dan tepat sasaran.
· Meningkatkan koordinasi dan penggalangan kerja sama di antara para pengelola khususnya dengan pejabat yang melakukan kegiatan di bidang pengelolaan sampah.

UNEP menyadari bahwa masalah-masalah sampah Tsunami di Indonesia menuntut pengkajian, perencanaan, dan respons teknis yang terkoordinasi serta pengembangan solusi-solusi pengelolaan sampah jangka panjang yang berkesinambungan.

Lokakarya diikuti lebih dari 120 peserta yang berasal dari berbagai lembaga baik nasional maupun internasional yang telah menangani limbah Tsunami di propinsi NAD. Salah satu keluaran dari lokakrya ini adalah kesepakatan membentuk Forum Pengelolaan Limbah Tsunami. Materi presentasi yang dapat didownload di:..

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Lokakarya dan tindak lanjutnya silahkan menghubungi :

Rasio Rido Sani (KLH), Jukka Uosuikanen, UNEP-Indonesia Country Coordinator, Environment Expert (jukka.uosuikanen@unep.ch, telepon +62 0813 179 70551) atau Jon Godson, Senior Environmental Expert UNEP (jon.godson@unep.ch, +41 22 9178626).