KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Peningkatan emisi gas buang kendaraan bermotor yang mengakibatkan terjadinya
pencemaran udara yang membawa dampak yang cukup memprihatinkan terutama bagi
kesehatan masyarakat dikota-kota besar seperti Jakarta, Bandung Surabaya dan
lainnya. Turut memperparah keadaan tersebut menjadi lebih parah diakibatkan
oleh kendaraan bermotor yang tidak melakukan pemeriksaan emisi dan perawatan
kendaraan bermotor yang tidak melakukan pemeriksaan emisi dan perawatan kendaraan
bermotor secara rutin. Pemeriksaan emisi dilakukan untuk pemenuhan terhadap
nilai ambang batas emisi gas buang, sedangkan perawatan kendaraan bermotor dilakukan
untuk mengendalikan emisi kendaraan tersebut.

Pencemaran udara yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor antara lain CO (karbon
monoksida), HC (hidrokarbon), NOx (Nitrogen Oksida), Pb (Timah hitam), So2 (Sulphur
dioksida) dan lain-lain yang kesemuanya itu bukan hanya berbahaya bagi kesehatan
masyarakat tetapi juga mengancam lingkungan baik lokal maupun secara global.
Hal ini diperkuat data yang diperoleh dari hasil penelitian JICA dan BAPEDAL
(1995-1997) di wilayah Jabotabek bahwa sektor transportasi tersebut memberikan
kontribusi pencemaran udara yang besar dibandingkan dengan industri dan rumah
tangga.
Salah satu kegiatan yang akan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan peran
serta masyarakat terhadap aspek pencemaran tersebut dan dampaknya bagi kesehatan
manusia adalah melalui penyelenggaraan kegiatan ba Emisi pada Kendaraan Operasional
Kantor.

Lomba Emisi pada Kendaraan Operasional Kantor ini dilakukan oleh ASDEP
Urusan Emisi Kendaraan Bermotor – Kementerian Lingkungan Hidup dimaksudkan untuk
mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga kualitas udara dengan cara mengontrol
kondisi emisi gas buang kendaraannya. Melalui mekanisme kegiatan kolektif yang
bersifat perlombaan dengan melibatkan instansi atau kantor tempat yang bersangkutan
bekerja, pengendalian terhadap emisi gas buang ini diharapkan dapat berlangsung
lebih efektif dan terarah.

Agar lomba ini dapat memberikan dampak positif yang meluas, kegiatan tidak hanya
berhenti sampai pda penentuan peringkat peserta lomba, tetapi akan dilakukan
evaluasi di akhir kegiatan dan dijadikan tolak ukur bagi lomba berikutnya. Sehingga
kegiatan lomba tersebut bersifat berkesinambungan dan berkelanjutan.

Tujuan lomba emisi kendaraan dinas/operasional adalah untuk meninggkatkan kesadaran
masyarakat mengenai dampak pencemaran udara terhadap kesehatan, menciptakan
rasa tanggungjawab, menjadi pelopor pelaksanaan, dan berguna bagi pengendalian
pencemaran udara dari emisi gas buang kendaraan bermotor melalui uji emisi gas
buang kendaraan bermotor.

Kriteria peserta lomba emisi adalah sebagai berikut:
1. Peserta lomba adalah kantor atau bangunan lainnya yang digunakan oleh suatu
badan hukum resmi, baik instansi pemerintah, BUMN atau swasta.
2. Peserta lomba berlokasi di wilayah DKI Jakarta.
3. Peserta lomba yang berlokasi di daerah yang rawan polusi kendaraan bermotor
lainnya di daerah JABOTABEK.
4. Peserta lomba dalam operasi sehari-hari harus melibatkan penggunaan kendaraan
beroda empat atau lebih yang berjumlah sekitar setidaknya 50 (lima puluh) buah,
baik kendaraan tersebut dimiliki langsung oleh perusahaan, disewa oleh perusahaan
atau dilakukan karyawan/karyawati.

Lomba emisi kendaraan dinas/operasional kantor ini bersifat arela dan tidak
dipungut biaya.
Jumlah kendaraan bermotor dari setiap peserta lomba adalah
20 mobil. Penilaian lomba emisi didasarkan pada kendaraan operasional kantor
yang mencapai emisi gabungan terendah dari kendaraan-kendaraan yang diikutkan
oleh para peserta. Pengujian emisi akan dilakukan di suatu mobil Uji
yang akan berada di tempat parkir kantor masing-masing atau di tempat lain di
sekitarnya (tergantung situasi dan kondisi setempat). Kendaraan peserta diharuskan
mendatangi mobil uji tersebut pada waktu yang ditentukan. Pengujian emisi
setiap kendaraan akan dilakukan satu kali.

Berbagai bentuk penghargaan disediakan oleh penyelenggaraan. Penghargaan
Utama
diberikan kepada peserta kantor yang memiliki emisi kendaraan gabungan
terendah. Sedangkan Penghargaan Khusus diberikan kepada peserta yang
memenuhi kriteria tertentu yaitu kriteria standar emisi dan kriteria perawatan
terbaik.

Penghargaan utama akan diberikan kepada 3 (tiga) pemenang atau peserta
yang memiliki Nilai akhir Lomba tertinggi. Penghargaan tersebut berupa, Trophy
Juara I, II, III Lomba Emisi pada Kendaraan Operasional Kantor.

Penghargaan khusus akan diberikan kepada setiap peserta yang > 75 % dari semua
kendaraan yang diikutsertakan memenuhi baku mutu emisi (kep. 35/MENLH/10/1993).

Pemenang dan pihak yang memperoleh penghargaan akan diumumkan dan diberikan
oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup dalam acara peringatan hari Lingkungan
Hidup dan di surat kabar. Lomba emisi ini dilaksanakan mulai bulan Maret sampai
dengan Juni 2003.

Informasi lebih Lanjut:

Ridawan D. Tamin. Telpon; 85911207.

Berita terkait: