KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

DSC_9089Cisarua, 6 Desember 2014. Taman Safari Indonesia untuk ke 24 kalinya menyelenggarakan “Lomba Foto Satwa Internasional” bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pariwisata, PT. Datascrip/Canon, Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia, Campaign.com, Harian Pikiran Rakyat, PT. Garuda Indonesia, Radio Sonora Jakarta dan Bandung, Radio Mara dan media-media lainnya.Lomba Foto Satwa Internasional ini memeriahkan peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia tanggal 5 Juni serta Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN)tanggal 5 November.Tema HCPSN tahun 2014 ini adalah “Keanekaragaman Puspa dan Satwa Pesisir dan Laut untuk Ketahanan Pangan dan Pembangunan yang Berkelanjutan”.Tema ini dipilih karena Indonesia merupakan negara maritim besar yang dapat memberikan manfaat sebagai sumber ketahanan pangan. Ikon HCPSN yang dipilih untuk tahun 2014 adalah Umbi Takka (Tacca leontopetaloides) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricate).

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, Mscyang hadir dalam acara iniberkesempatan memberikan Trophy kepada 3 pemenang katagori umum dan 3 pemenang katagori pelajar yang menampilkan karya-karya indahnya.Ucapan selamat disampaikan kepada para pemenang dan apresiasi kepada Frans Manangsang dan segenap tim penyelenggara yang telah berupaya meningkatkan kepedulian masyarakat untuk lebih mengenal dan menjaga satwa Indonesia.

“Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa ini perlu menjadi gerakan nasional untuk selalu melestarikan dan melindungi kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan menjadi ‘palang pintu’ untuk menjaga sumber alamnya untuk generasi berikutnya. Kami bersyukur memiliki banyak pihak yang mendukung seperti lembaga pemerhati lingkungan, media, akademisi dan berbagai pihak lainnya. Mari kita pelihara keanekaragaman hayati yang merupakan aset bangsauntuk generasi yang akan datang.” papar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pemerintah menempatkan keanekaragaman hayati sebagai prioritas nasional dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) tahun 2015-2019. Keanekaragaman hayati harus dapat memberikan manfaat bagi bangsa Indonesia melalui upaya peningkatan keekonomian keanekaragaman hayati.Bangsa Indonesia memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang menjadi sumber pangan dan energi, memberikan jasa ekosistem serta bahan bagi kesehatan.

Pada kesempatan ini, Menteri LHK melihat dari dekat fasilitas dan sarana prasarana TSI berupa Rumah Sakit Hewan, Kawasan karantina Hewan, Pusat Penangkaran Harimau sumatera. Menteri juga berkesempatan memberikan nama bayi gajah yang lahir di bulan Juli 2014 dengan nama “Anari” artinya Anak Republik Indonesia. Sebelumnya, Ibu Siti Nurbaya mengamati Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung Hulu di Desa Tugu Utara, Kec. Cisarua, Kab. Bogor dan mengunjungi Stasiun Pengamat Arus Sungai di daerah tersebut. Menteri menginstruksikan untuk dapat mengantisipasi banjir dan tanah longsor serta mengurangi pencemaran limbah rumah tangga dan domestik. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan perlu mengajak semua pihak seperti Pemerintah Daerah, masyarakat serta aparat penegak hukum untuk benar-benar mengelola dan melestarikan fungsi lingkungan. Pembenahan peruntukan tata ruang sudah mendesak dilakukan, untuk itu masyarakat juga perlu ikut serta mengembalikan fungsi lahan konservasi dengan menjaga alih fungsi menjadi pemukiman serta mengelola sampah dan limbah domestik ke sungai.
Untuk Informasi Lebih Lanjut:
Ir. Arief Yuwono, MA,Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim, Tlp/Fax: 021-85904923, Email: humaslh@gmail.com