KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SURABAYA (SI) – Sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil membuat beton kuat dan murah yang terbuat dari limbah. Adalah Erlina Yanuarini, Fani Bagus Satria, dan Aditya Irwanto, jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan yang membuatnya. Erlina dan kelompoknya membuat beton dengan memanfaatkan limbah tembaga sebagai pengganti pasir. Dengan limbah tembaga tersebut didapat beton yang lebih kuat, lebih awet, dan lebih padat. Beton buatan para mahasiswa yang masih duduk di semester tujuh ini juga tidak membutuhkan biaya besar.

Saat ditemui di laboratorium Teknik Sipil ITS kemarin, Fani Bagus Satria mengungkapkan, limbah yang digunakan sebagai campuran beton itu terdiri atas limbah tembaga (copper slag), limbah batu bara (limbah batu bara), pasir, semen, glenium c-351. Copper slag disini berfungsi untuk mengganti pasir dan kerikil. Copper Slag juga mengandung oksida silikon yang berguna untuk merekatkan.

Sedangkan limbah batu bara ini berfungsi sebagai pengganti semen sehingga jumlah semen sebagai campuran bahan beton menjadi berkurang dari takaran biasa. “Dari komposisi ini bisa menghemat hingga 11% permeter kubik dari harga normal,” ujarnya. Mahasiswa asal Surabaya ini mengatakan, kekuatan beton dalam waktu 28 hari mencapai 101 mpa. Semakin lama kekuatan beton akan semakin meningkat.

Kepala Laboratorium Beton dan Bahan Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS Ir. Tavio MS Ph D mengatakan, selama ini Teknik Sipil ITS telah melakukan riset-riset pembuatan beton dengan menggunakan bahan-bahan limbah sehingga dapat menghasilkan beton yang tidak hanya lebih ekonomis, tetapi juga mempunyai kualitas lebih bagus. “Bahkan bisa mengurangi penggunaan bahan-bahan yang langsung diambil dari alam,” imbuhnya. (lukman hakim)

Sumber:
Seputar Indonesia
Jum’at, 20 Agustus 2010
hal. 28