KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Aburizal Bakrie menyambut baik upaya Kementerian Negara Lingkungan Hidup mendorong dunia usaha untuk meningkatkan kinerjanya dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Hal ini ditegaskannya saat menyampaikan kata sambutan pada Malam Anugerah PROPER 2008" yang dise¬lenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH). Kamis, 31 Juli malam di Balai Sudirman Jakarta Selatan. Kepada ratusan hadirin yang terdiri dari para pemimpin perusahaan peserta Pro¬gram PROPER, Aburizal Bakrie meng¬ingatkan akan pentingnya pengelolaan lingkungan dalam menghadapi pemana¬san global yang menyebabkan fenomena perubahan iklim, akhir-akhir ini.

Sementara Menteri Negara Lingku¬ngan Hidup, Prof. Ir. Rachmat Witoelar menegaskan, akan terns memantau kinerja setiap perusahaan di dalam mengelola lingkungan hidup. Kepada perusahaan yang telah berhasil memper¬baiki kinerjanya sehingga mendapat peringkat terbaik dan baik dalam penilaian PROPER, Menteri Rachmat berharap agar tetap menjaga dan meningkatkan hasil yang telah dicapai. Ini penting karena penilaian PROPER berlangsung setiap tahun, sehingga peringkat dari setiap perusahaan pun bisa berubah.

Dijelaskannya, perusahaan yang memperoleh peringkat terbaik dan baik atau peringkat "emas" dan "hijau"—adalah perusahaan yang tidak sekedar taat pada ketentuan pengelolaan lingkungan yang telah dipersyaratkan, tapi lebih dari itu telah melaksanakan program CSR (Corporate Social responsibility) dengan tepat.

Kebijakan untuk menerapkan upaya¬upaya beyond compliance, atau lebih dari sekedar taat pada peraturan lingkungan; namun telah menjalankannya dengan sukarela, proaktif dan inovatif.

Hasil penilaian kinerja pengelolaan lingkungan terhadap 516 perusahaan melalui program PROPER pada tahun 2006- 2007 menunjukkan ha-nya 1 perusahaan yang berhasil mencapai peringkat EMAS, dan 46 perusahaan mencapai peringkat HIJAU. Selebihnya, 341 perusahaan baru mencapai peringkat
BIRU dan BIRU MINUS, 85 perusahaan masih pada peringkat MERAH dan MERAH MINUS.

Proses penilaian ini juga menemukan 43 perusahaan yang kinerjnya buruk dan amat buruk atau Perusahaan HITAM. Terhadap perusahaan berkinerja buruk dan amat buruk, Menteri Rachmat Witoe¬lar mengingatkan agar segera melakukan berbagai perbaikan. Dengan nada tinggi is menegaskan, akan menyeret perusa¬haan yang membandel ke pengadilan. "Ini serius dan jika terns belagu, akan disele¬saikan lewatjalur hukum," tegas Menteri Rachmat Witoelar.

Pers dan Pengabdi Lingkungan
Menurut Menteri Rachmat Witoelar, pihaknya akan senantiasa menghargai semua pihak yang menaruh perhatian dan berupaya sungguh-sungguh mengelola lingkungan dengan balk. Karena itu, selain pemberian Anugerah PROPER, juga KLH memberikan beberapa bentuk penghargaan kepada para pihak yang
selama ini telah menunjukkan karya nyata dalam pengelolaan lingkungan hidup. Salah satu diantaranya adalah "Life Time AchievementAward"yang kali ini diserah¬kan kepada almarhum Profesor Koesnadi Hardjasumantri dan Prof. Otto Sumarwoto atas jasa-jasanya dalam mengembangkan kelembagaan, peraturan dan kebijakan serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pengelolaan lingkungan.

Selain itu kepada Tim Antarmuka ITB yang memenangkan kompetisi Imagine Cup 2008 tingkat dunia yang diselengga¬rakan oleh Microsoft untuk kategori Rural Innovation Award. Untuk merangsang invonasi di bidang lingkungan hidup, KNLH juga akan memberikan penghar¬gaan serupa tingkat nasional berupa Envinronmental Innovation Award.

Khusus kepada media massa, peng¬hargaan kali ini diberikan kepada PT Media televisi Indonesia (Metro TV) yang telah menayangkan banyak program bertema lingkungan hidup. 
Paulus Londo