KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Polisi telah menyita 40 ribu unit  ponsel (telepon seluler) dari salah satu ruko (rumah took) di kawasan Roxy Jakarta Pusat. Tindakan kepolisian di hari Senin 11 Agustus silam untuk melindungi masyarakat dari praktek penipuan yang juga telah merugikan negara hingga milyaran rupiah. Oleh pelaku, ponsel bekas direkondisi dan kemudian dijual seakan-akan produk baru. Proses rekondisi itu dilakukan dengan memanfaatkan komponen limbah ponsel yang konon didatangkan dari luar negeri.

Muhammad Ali (39), salah satu pelaku yang diciduk poisi dari lokasi kejadian adalah pemain lama. Bahkan menurut pihak kepolisian ia sudah pernah ditahan untuk kasus yang sama. Lantas, bagaimana menyikapi kasus ini sehubungan limbah ponsel bekas mengandung unsure bahan berbahaya beracun (B3).

Menurut Deputi VI Menteri Negara Lingkungan Hidup, Yanuardi Rasudin, sebagai usaha perakitan tentu sesuai dengan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang sedang digalakkan pemerintah. “Ini terlepas dari soal sumber bahan bakunya yang kemungkinan illegal,