KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Photo KLHK  27112014 Media Breafing (3)Jakarta, 27 November 2014. Hari ini Kementerian Lingkungan Hidup menyelenggarakan acara Media Briefing yang mengangkat topik mengenai Program Penilaian Peringkat Kinerja perusahaan (PROPER). Media Briefing dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan – KLH, Ir. Karliansyah, Msi, Ketua Dewan Pertimbangan PROPER, Prof. Dr. Sudharto P Hadi, PhD, serta Ketua Pusat Keunggulan Lingkungan Hidup, Ibrahim Arsyad yang juga Manager Environmental Departement. PROPER merupakan instrumen penaatan alternatif yang dikembangkan untuk bersinergi dengan instrumen penaatan lainnya guna mendorong penaatan perusahaan melalui penyebaran informasi kinerja kepada masyarakat. Proper mengadopsi pola insentif dan disinsentif, dan pengawasan atas kinerja perusahaan. Kriteria penilaian terdiri dari penilaian ketaatan dan penilaian ketaatan lebih atau penilaian lebih (beyond compliance).

Prof. Dr. Sudharto P Hadi, PhD menyampaikan pentingnya keselarasan antara ekologi dan ekonomi dimana PROPER berusaha menyeimbangkan hal ini melalui pendekatan kombinasi insentif-disinsentif dan pengawasan. Penilaian ketaatan meliputi persyaratan dokumen lingkungan dan pelaporannya, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3, pengendalian pencemaran air laut dan potensi kerusakan lahan (khusus untuk kegiatan pertambangan). Sedangkan kriteria untuk penilaian lebih (beyond compliance) meliputi penerapan sistem manajemen lingkungan, upaya efisiensi energi, implementasi reduce, reuse dan recycle (3R), konservasi air dan penurunan beban pencemaran air limbah, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat. Bagi perusahaan yang memperoleh peringkat biru, hijau bahkan emas akan menumbuhkan citra baik (naming), sedangkan yang berperingkat hitam dan merah merupakan bentuk disinsentif (shaming) yang ditindaklanjuti dengan pengawasan.

PROPER 2013 – 2014 diikuti oleh 1908 perusahaan dengan rincian : Dekon Provinsi sebanyak 1094 perusahaan (57%), KLH melakukan Penilaian Mandiri terhadap 601 perusahaan (32%), dan KLH melakukan Pengawasan Langsung terhadap 213 perusahaan (11%).  Hal ini dijelaskan oleh Sekretaris Dewan PROPER yang juga Deputi II KLH, Drs. Karliansyah, Msi. Detail presentasi terlampir.

Perusahaan Peserta PROPER melihat PROPER dari 2 sudut pandang yang berbeda. Hal ini berdasarkan pemahaman masing-masing perusahaan terhadap aspek pengelolaan lingkungan yang berbeda. Untuk perusahaan yang mempunyai perhatian tinggi terhadap aspek pengelolaan lingkungan maka perusahaan akan mendukung pelaksanaan PROPER, sedangkan bagi perusahaan yang  perhatiannya masih kurang maka cenderung tidak akan mendukung pelaksanaan PROPER. Alasan perusahaan yang mendukung adanya PROPER yaitu:
–    PROPER sebagai pembinaan;
–    penggalian permasalahan lingkungan hidup yang dihadapi dan solusi;
–    pemberian apresiasi;
–    pemberian dukungan untuk pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik.
Sedangkan alasan perusahan yang kurang mendukung PROPER yaitu:
–    dianggap sebagai beban
–    momok yang ditakuti dan dihindari;
–    kerepotan karena menyita waktu, perhatian, tenaga, dan biaya;
–    tidak ada dampak dapat PROPER bagus, misal kemudahan izin pengelolaan lingkungan, dan terkait dengan tax (free tax/reduce tax).

Adapun makna dan manfaat PROPER yaitu:
–    mendorong dunia usaha untuk komitmen perlindungan dan perbaikan lingkungan hidup;
–    menciptakan inovasi industri / operasional perusahaan;
–    lingkungan, parameter kontrol untuk grow dan not-grow (sustainability);
–    eksternal kontrol

Selain itu, harapan ke depan untuk PROPER yaitu (1) membuat dunia usaha antusias untuk ikut PROPER, (2) dapat menurunkan beban pencemaran, dan (3) memicu/mendukung dunia usaha lebih produktif dan berkembang;

Informasi lebih lanjut hubungi:
Drs. MR Karliansyah, M.Si,
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan,
Kementerian Lingkungan Hidup,
Telp/Fax. 021 – 8520886, email: humaslh@gmail.com