KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

MeLOK ( Manajemen Lingkungan Berorientasi Keuntungan )

melok.jpgUpaya pengelolaan lingkungan di industri selama ini cenderung dikaitkan dengan pengeluaran biaya tambahan , sehingga sangat tergantung pada prioritas manajemen. Pengelolaan lingkungan diupayakan lebih kepada upaya pemenuhan terhadap peraturan lingkungan yang ditetapkan oleh Pemerintah maupun pemangku kepentingan lain (pelanggan, pengelola kawasan, dll). Cara pengelolaan lingkungan  seperti ini dikawatirkan tidak akan berkesinambungan ketika aspek lingkungan tidak menjadi prioritas utama.

Pendekatan yang berbeda dalam upaya pengelolaan lingkungan di industri diperlukan sehingga pengelolaan lingkungan akan menjadi prioritas untuk dilaksanakan. Pendekatan pengelolaan lingkungan yang berorientasi keuntungan dipandang sangat menarik untuk merubah cara pandang bahwa pengelolaan lingkungan tidak selalu berarti tambahan biaya tetapi bahkan mampu memberikan keuntungan secara financial bagi perusahaan. Pengelolaan lingkungan ini juga dapat dilakukan dengan swakelola yang bersumber dari sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan sendiri.

Pusat Produksi Bersih Nasional (PPBN) dengan dukungan Program Lingkungan Hidup Indonesia Jerman (Pro LH GTZ) bekerjasama dengan institusi penyedia jasa lingkungan terpilih telah menerapkan perangkat Manajemen Lingkungan Berorientasi keuntungan (MeLOK) di tiga (3) perusahaan di Indonesia.

Manajemen Lingkungan Berorientasi Keuntungan (MeLOK) adalah suatu pendekatan pengelolaan lingkungan yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari segi peningkatan kinerja lingkungan, penurunan biaya dan peningkatan produktifitas sekaligus sebagai upaya pembelajaran dalam organisasi di perusahaan untuk melaksanakan kegiatan perbaikan berkesinambungan.

Berdasarkan data – data dari 3 perusahaan yang telah menerapkan MeLOK tersebut telah memberikan keuntungan dari segi lingkungan dan finansial  seperti berikut :

Penurunan konsumsi listrik sebesar 9131 , 17 MWh per tahun atau setara dengan 6626, 30 ton CO2 per tahun. Jika Industri yang menerapkan Produksi Bersih melalui penerapan MeLOK bertambah jumlahnya maka pengurangan emisi CO2 akan lebih banyak dan akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perubahan iklim dan perbaikan lingkungan.  Selain keuntungan dari sisi lingkungan Program MeLOK juga mampu memberikan keuntungan financial sebesar Rp.706.250.690,- pertahun.

Program MeLOK yang meliputi serangkaian kegiatan pelatihan, kunjungan perusahaan , pendampingan teknis dan networking meeting telah dilaksanakan dan dan telah menghasilkan kisah sukses.

Berkaitan dengan program MeLOK yang sudah menarik minat beberapa industri untuk menerapkannya telah  dilakukan  Training of Trainer Pengenalan  MeLOK Yang diselenggarakan oleh PUSDIKLAT Kementerian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan PPBN dan didukung oleh Pro LH pada tanggal 26 s/d 29 Agustus 2008 di Serpong.

Tujuan dari  pelatihan tersebut adalah meningkatkan kapasitas PPBN dengan  menjalin  kerjasama  sesama peserta pelatihan yang terdiri dari Widyaiswara, Pusat Regional KLH , Departemen Perindustrian, BPPT, Perguruan Tinggi, PPBN serta Kementerian Lingkungan Hidup dan diharapkan setiap peserta akan menjadi mitra PPBN dalam mengembangkan Program Produksi Bersih khususnya pelaksanaan MeLOK dibeberapa industri.

Sebelumnya PUSDIKLAT juga telah menyelenggarakan   beberapa pelatihan lain  yang berkaitan dengan Produksi Bersih seperti : Teknik Moderasi dan Visualisasi untuk acara kelompok,  Good Housekeeping (Tata Kelola yang Apik), Pengelolaan bahan Kimia (Chemical Management), Keselamatan Penggunaan Bahan Kimia (Chemical Safety) dan Produksi Bersih dan Energy Efficiency.

Sumber.
PUSAT PRODUKSI BERSIH NASIONAL (PPBN)

KANTOR PUSARPEDAL
Komplek Puspiptek Serpong
Jln. Raya Puspiptek – Serpong
Telp.: 021 – 7564080
Fax.   021 –  7564088
Website :
www.ppbn.or.id
Email     : ncpc@indo.net.id