KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

POLUSI, macet dan panas. Tiga kata itu barangkali, menjadi jawaban sebagian besar orang jika ditanya bagaimana rasanya tinggal di kota besar. Memang tak semua kota besar di Indonesia seperti itu. Namun, tata kota yang belum tepat di sebagian kota di Indonesia seharusnya menjadi perhatian bersama.

Dilihat secara sepintas, beberapa kota di Indonesia  memang banyak yang mengalami kemajuan. Sayangnya, kemajuan ini hanya dari segi pesatnya pembangunan, tanpa memperhatikan lingkungan.

Orang awam mungkin menganggapnya sebagai bentuk kemajuan kota. Namun,jika ditilik secara mendalam, lingkunganlah yang menjadi korban. Lapangan untuk olahraga semakin jarang ditemui, orang semakin sulit menemukan tempat menikmati alam, hingga anak-anak yang terpaksa bermain bola di atap gedung.

Selain itu, masalah banjir pun kerap menjadi langganan kaum urban setiap tahunnya. Memang ada banyak upaya dari pemerintah untuk menanggulangi masalah ini. Namun, pada kenyataannya, peraturan yang sudah dibuat terkadang tidak diimplementasikan dengan baik di lapangan.

Ruang terbuka Hijau
Yayat Supriatna, Dosen Trisakti, sempat mengungkapkan, seharusnya 30% dari fungsional kota adalah ruang terbuka hijau. Namun, pada kenyataannya, ruang terbuka hijau di perkotaan semakin lama semakin menurun. Padahal, ruang terbuka hijau tidak hanya berperan sebagai estetika, tetapi dapat juga menjadi tempat untuk berinteraksi social antarwarga.

“Selain itu, ruang terbuka hijau pun dapat meredam kenaikan fungsi udara. Apalagi melihat lingkungan perkotaan zaman sekarang yang cenderung menggunakan produk elektronik di mana-mana,” ujarnya.

Untuk mengatasi permasalah lingkungan di Indonesia, untungnya beberapa perguruan tinggi di Indonesia memiliki jurusan kuliah Planologi dan Teknik Lingkungan.

Sayangnya, Indonesia belum banyak memiliki ahli-ahli seperti ini. Padahal jurusan ini dapat membantu masyarakat, perusahaan, bahkan pemerintah dalam mengembangkan pembangunan tanpa merusak lingkungan.

Sumber:
KOMPAS
Senin, 12 Juli 2010
Hal.42
INO