Membuka puasa membuka wawasan tentang lingkungan bersama Santri santri Pesantren Darunnajah

Menjelang berbuka puasa di Pesantren Darunnajah saat itu terlihat ramai, masih banyak santri yang tinggal di pesantren. Para santri tersebut memang tidak pulang ke rumah masing masing, walau demikian mereka terlihat gembira melaksanakan ibadah puasa dengan teman teman sesama santri. Pada tanggal 26 Oktober 2005 KLH, Asdep Urusan Masyarakat Perkotaan mengadakan acara berbuka bersama dengan [...]

31 Oct 2005 11:39 WIB

Menjelang berbuka puasa di Pesantren Darunnajah saat itu terlihat ramai, masih banyak santri yang tinggal di pesantren. Para santri tersebut memang tidak pulang ke rumah masing masing, walau demikian mereka terlihat gembira melaksanakan ibadah puasa dengan teman teman sesama santri. Pada tanggal 26 Oktober 2005 KLH, Asdep Urusan Masyarakat Perkotaan mengadakan acara berbuka bersama dengan para Ustad dan santri Pesantren Darunnajah, yang berlokasi di Ulujami, Cipulir Jakarta Selatan, yang kita sebut Pesan Lingkungan Purna Lebaran dan Ramadhan (Pelipur Lara).

Mengisi waktu berbuka puasa, dari Asdep Urusan Masyarakat Perkotaan, mencoba menyampaikan pesan-pesan lingkungan, terutama yang merupakan masalah rutin kita sehari hari, yaitu mengenai pengelolaan sampah. Acara ini berlangsung dengan santai dan akrab, dihadiri oleh kurang lebih 150 santri yang semuanya murid kelas 6 ( atau yang setara dengan kelas 3 SMA) dan beberapa ustad dan Ketua Umum Pengurus Yayasan Darunnajah. Pada kesempatan ini santri bertanya jawab atau memberikan pengalaman dan pengetahuan mereka tentang pengelolaan sampah di sekitarnya. Ternyata pengalaman mereka yang pernah tinggal di luar negeri dalam acara pesantren, telah memberi wawasan yang berarti, seperti bagaimana memilah sampah organik dan anorganik, pengolahan sampah ,sikap dan kebiasaan orang di Negara maju membuang sampah, dan pengolahan sampah di TPA di Amerika dan Thailand.

Menyikapi hal tersebut, sebenarnya bahwa santri sudah sadar dan mengerti bagaimana harus mengelola sampah, hanya lingkungan Pesantren harus menjaga agar kebiasaan mereka di Negara maju tersebut terus dilakukan dan diterapkan. Pesantren merupakan suatu system pendidikan yang berbeda dengan sekolah umum, santri harus tinggal disitu, sehingga kehidupan sehari hari selalu dalam pengawasan Pesantren, hal ini memudahkan proses belajar mengimplementasikan kebiasaan hidup yang berwawasan lingkungan. Pada acara tersebut juga ada penanaman pohon di kawasan pesantren sejumlah 50 batang bibit pohon sumbangan dari KLH, antara lain : Akasia, Kenari, Matoa, Ketapang dan Salam.

Acara berbuka bersama “Pelipur Lara� ini bertujuan memberikan pembekalan kesadaran para santri akan pentingnya membiasakan hidup bersih, menyintai dan peka terhadap lingkungan hidup disekitarnya, dengan harapan akan muncul santri-santri yang berwawasan lingkungan. inung

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
Sex izle Film izle Hd Film izle Seo Danışmanı