KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Tanam 100 Ribu Pohon Di Sekitar Candi Boroudur
Candi Borobudur, 13 Mei 2006 - Hari suci Waisak menjadi hari penting bagi umat Budha se-dunia karena hari itu mengingatkan umat Budha pada tiga peristiwa yaitu Kelahiran, Pencerahan Sempurna dan Wafatnya Hyang Budha Gautama. Pada peringatan Hari Suci Waisak yang jatuh pada tanggal 13 Mei 2006, Panitia Waisak Nasional Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI) melakukan gerakan penghijauan di kawasan sekitar Candi Borobudur dengan melakukan penanaman 100 ribu pohon.

Acara ini dihadiri Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar beserta Istri (Erna Witoelar), Bupati Magelang dan Ketua Umum Panitia Waisak Nasional 2550. Dalam Kata sambutannya Menteri Negara Lingkungan Hidup mengatakan kondisi bumi saat ini dalam keadaan yang memprihatinkan, penanaman pohon secara simbolis ini hendaknya memiliki rangkaian kedepan sehingga apa yang sudah dilakukan pada hari ini akan terlihat hasilnya dikemudian hari.

Rachmat Witoelar juga menyinggung mengenai prinsip-prinsip Piagam Bumi, yaitu penghormatan (respect) kepada bumi, solidaritas, kesetaraan dan keinginan akan kedamaian. Ditambahkan pula mengenai kondisi Gunung Merapi yang pada hari itu telah memasuki kondisi "awas", hendaknya dapat disikapi sebagai suatu proses alam yang memiliki makna besar bagi kehidupan selanjutnya.

Sedangkan Ronny Hermawan, Ketua Program Penghijauan Panitia Waisak Nasional 2550/BE/2006 M, penanaman 100 ribu pohon tersebut melibatkan peran serta warga masyarakat di sekitar candi Borobudur dan dibantu sepenuhnya oleh Jaringan Kerja/Jaker Kepariwisataan yang ada didaerah tersebut. Ditambahkannya lagi, penanaman 100 ribu pohon ini adalah kegiatan yang sengaja dilakukan Panitia Waisak 2006 untuk mengembalikan keasrian alam pegunungan Manoreh yang mengitari Candi Borobudur.

Ronny Hermawan juga menjelaskan, "Gerakan penghijauan dengan menanam 100 ribu pohon itu bukan sekedar memanfaatkan momentum peringatan hari Bumi dan mengikuti ajakan Presiden, tapi lebih didasarkan pada keinginan panitia waisak untuk memelihara dan melestarikan kondisi lingkungan pegunungan Manoreh yang pada saat ini di beberapa bagian kondisinya memang memprihatinkan," ujarnya.

Ratusan ribu bibit pohon yang ditanam tersebut selain diusahakan oleh panitia, juga berasal dari sumbangan Departemen Pertanian dan Perkebunan, Departemen Kehutanan, Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan instansi terkait lainnya.

Informasi Lebih Lanjut:

Asdep Urusan informasi
Telp: 021 – 8517184, 8580087
e-mail: edukom@menlh.go.id