KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Bogor, SUAR- Menteri Negara Lingkungan Hidup (Menneg LH), Prof. Rachmat Witoelar meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, segera menertibkan bangunan-bangunan liar kawasan wisata Puncak. Sebab kerusakan lingkungan di kawasan ini, sudah tidak lingkungan di kawasan ini, sudah tidak dapat ditolerir lagi.

 
“Jika Pemkab Bogor tidak sanggup membenahi bangunan-bangunan liar dalam setahun, Kementerian Negara Lingkungan Hidup akan mengambil alih penanganan masalah tersebut, “tandas Meneg LH Prof. Rachmat Witoelar seusai melakukan penanaman pohon di kawasan Setu Cikaret, Kabupaten Bogor, Kamis (8/1) lalu. 

Kepada para pengusaha dan pejabat yang menghadiri acara Hari Ulang Tahun Gapensi ke 50 tersebut, Menneg LH Rachmat Witoelar dengan serius menyinggung masalah kerusakan lingkungan di kawasan Puncak yang sudah mencapai tingkat yang serius. 

“Berdasarkan data dari Pusat Pengkajian Perencanaan Pengembangan Wilayah (P4W) Institut Pertanian Bogor, sejak 1972 hingga 2005, sudah 30,36% wilayah vegetasi hutan di kawasan Puncak hilang akibat pendirian bangunan. Seluruh masalah tersebut harus segera diatasi, dan saya siap pasang badan untuk membereskan masalah pemukiman liar di kawasan tersebut, “tegas Rachmat Witoelar. 

Menyikapi instruksi Meneg LH, Kepala Dinas Cipta Karya Pemkab Mas’an Djadjuli menyatakan kesanggupannya menangani masalah pemukiman liar di kawasan Puncak. “Berdasarkan data Dinas Cipta Karya Kabupaten Bogor, dari sekitar 5000 bangunan di kawasan wisata Puncak, hampir 1500 unit tidak memiliki IMB. Kami siap dan sanggup memenuhi target masalah-masalah tersebut dalam setahun,