KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA




style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Disampaikan dalam
rangka peringatan Hari Ozon Internasional, 16 September 2004.

Apakah Lapisan Ozon Itu ?

src="/i/ozon1.jpg" width=169 height=126 hspace=12 align=left>

Lapisan ozon terbentuk dari molekul-molekul
ozon yang terkonsentrasi di bagian stratosfir pada ketinggian 15-60 km diatas
permukaan bumi. Lapisan ini dapat menyerap radiasi ultra violet-B sinar matahari
yang berbahaya bagi kehidupan. Secara alamiah, molekul
lang=ES style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>ozon terbentuk
dan terurai melalui keseimbangan dinamis. Keberadaan bahan-bahan kimia tertentu
di stratosfir dapat mengganggu keseimbangan reaksi tersebut.

style='font-size:12.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:white'>Bagaimana Proses
Terjadinya Perusakan Lapisan Ozon ?

src="/i/ozon2.jpg" align=left hspace=12> style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Kerusakan lapisan
ozon di stratosfir berawal dari adanya emisi molekul gas yang mengandung klor
dan brom yang dihasilkan dari berbagai aktifitas manusia dan proses alamiah.
Karena tidak bereaksi dan tidak larut dalam air, molekul gas tersebut terakumulasi
di bagian bawah atmosfir. Akibat pergerakan udara, molekul gas akan terbawa
ke bagian atmosfir yang lebih tinggi hingga mencapai stratosfir.

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Pada lapisan stratosfir,
radiasi matahari memecah molekul gas tersebut sehingga dihasilkan radikal
Klor dan Brom. Melalui reaksi berantai, radikal Klor dan Brom akan memecah
ikatan molekul gas-gas lain di atmosfir, termasuk molekul ozon. Reaksi yang
terjadi mengakibatkan molekul ozon terpecah menjadi oksigen dan radikal oksigen.
Karena reaksi tersebut berlangsung secara berantai maka konsentrasi ozon di
stratosfir akan terus berkurang, sehingga pada kondisi yang paling kritis
akan membentuk lubang ozon.

lang=NO-BOK style='font-size:12.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:white'>Dimanakah
Lubang Ozon Terjadi ?

src="/i/ozon3.jpg" align=left hspace=12> style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Fenomena terbentuknya
lubang ozon stratosfir di atas wilayah Antartika atau Kutub Selatan, ditemukan
pada awal periode 1980. Pengamatan intensif pada tahun-tahun berikutnya memastikan
bahwa penurunan konsentrasi ozon stratosfir dalam jumlah yang relatif besar
dapat terjadi juga di daerah Kutub Utara serta daerah Tropis.

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Selama beberapa
dekade terakhir berlangsung peningkatan emisi bahan perusak ozon (BPO) ke
atmosfir, sehingga jika tidak dilakukan upaya penanggulangan dikhawatirkan
akan menghancurkan seluruh lapisan ozon yang menyelimuti permukaan bumi.

lang=NO-BOK style='font-size:12.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:white'>Apakah
Pengaruh Penipisan Lapisan Ozon ?

src="/i/ozon4.jpg" align=left hspace=12> style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Penipisan lapisan
ozon dapat mengancam kesehatan manusia dan kehidupan di bumi. Berkurangnya
molekul ozon di stratosfer mengakibatkan lapisan ozon menjadi semakin tipis
sehingga fungsi penyerapan radiasi UV-B menjadi berkurang. Sebagai akibatnya,
intensitas radiasi ultraviolet-B yang mencapai permukaan bumi akan menjadi
semakin meningkat. Berdasarkan kajian ilmiah diketahui bahwa untuk setiap
10 persen penipisan lapisan ozon akan terjadi kenaikan radiasi UV-B sebesar
20 persen.

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Paparan radiasi
ultraviolet-B yang berlebih terhadap manusia, hewan, tanaman dan bahan-bahan
bangunan dapat menimbulkan dampak negatif.  Pada manusia, radiasi UV-B berlebih
dapat menimbulkan penyakit kanker kulit, katarak mata serta mengurangi daya
tahan tubuh terhadap penyakit infeksi. Selain itu, peningkatan radiasi gelombang
pendek UV-B juga dapat memicu reaksi kimiawi di atmosfer bagian bawah, yang
mengakibatkan penambahan jumlah reaksi fotokimia yang menghasilkan asap beracun,
terjadinya hujan asam serta peningkatan gangguan saluran pernapasan.

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Pada tumbuhan,
radiasi UV-B dapat menyebabkan pertumbuhan berbagai jenis tanaman menjadi
lambat dan beberapa bahkan menjadi kerdil. Sebagai akibatnya, hasil panen
sejumlah tanaman budidaya akan menurun serta tanaman hutan menjadi rusak.

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Di perairan laut,
intensitas radiasi UV-B yang tinggi dapat memusnahkan organisme kecil yang
hidup di permukaan air. Phytoplanton yang menjadi sumber utama rantai makanan
organisme laut dapat musnah, sehingga menimbulkan pengaruh berantai terhadap
kehidupan hewan laut. Radiasi UV-B juga akan menurunkan kemampuan sejumlah
organisme menyerap gas karbon dioksida, yang merupakan salah satu gas rumah
kaca, sehingga konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer akan meningkat dan 
menyebabkan  terjadinya pemanasan global. 

lang=ES style='font-size:12.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:white'>Bahan
Kimia Apa Yang Dapat Merusak Lapisan Ozon?

Hasil penelitian dan kajian ilmiah
para ahli melaporkan beberapa jenis bahan kimia yang dapat merusak lapisan
ozon. Tabel berikut memperlihatkan jenis bahan perusak ozon (BPO) yang telah
diatur produksi dan konsumsinya secara internasional.

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Jenis BPO

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Bahan Kimia

CFC (Freon)

CFC dan isomernya

Halon

Halon-1211, Halon-1301, Halon-2402

Carbon tetraklorida

CCl4

Methyl Chloroform

C2H3Cl3
(1,1,1-trichloroethane)

HCFC (Freon)

HCFC dan isomernya

Hidrobromofluorocarbon

HBFC-22B1 dan isomernya

Bromochloromethane

CH2BrCl

Methyl Bromida

CH3Br

style='font-size:12.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:white'>Untuk Apa Saja
 Bahan Perusak Ozon Digunakan?

src="/i/ozon5.jpg" align=left hspace=12> style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Bahan kimia perusak
ozon digunakan secara intensif oleh manusia pada berbagai kegiatan rumah tangga
dan industri. 

Berbagai jenis freon (CFC dan HCFC) digunakan
secara luas sebagai bahan pengembang dalam proses pembuatan busa dan panel
insulasi, bahan pendingin dalam berbagai peralatan refrigerasi, serta bahan
pendorong (propelan) dalam tabung spray.

Selain itu beberapa jenis freon digunakan
juga sebagai bahan pelarut dan pembersih, sebagaimana halnya dengan carbon
tetrachloride dan methyl chloroform.

Halon merupakan bahan kimia yang efektif
untuk memadamkan api sehingga digunakan sebagai bahan pemadam kebakaran.

Metil Bromida digunakan sebagai pestisida
untuk membasmi
hama dalam tanah yang dapat mengganggu produktifitas hasil pertanian.
Disamping itu Metil Bromida juga digunakan sebagai bahan fumigasi ditempat
penyimpanan (pergudangan), pra pengapalan hasil pertanian dan karantina pertanian.
  

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Sampai saat ini
barang yang diproduksi dengan menggunakan BPO masih banyak dijumpai di pasaran,
antara lain seperti kulkas, AC mobil, kasur busa, jok kursi, accesories kendaraan,
produk kosmetik yang berbentuk spray, dll. Kepedulian masyarakat terhadadap
perlindungan lapisan ozon dapat diwujudkan dengan cara memilih produk yang
sudah tidak menggunakan BPO.

style='font-size:12.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Bagaimana angkah
Penanggulangan Berlanjutnya Penipisan Lapisan Ozon?

style='font-size:12.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:white'>Bagaimana Penanggulangan
Berlanjutnya Penipisan Lapisan Ozon?

Sebagai tanggapan terhadap laporan
ilmiah mengenai kerusakan lapisan ozon stratosfir, United Nations Environment
Programme (UNEP) pada tahun 1981 memulai proses negosiasi pengembangan langkah-langkah
internasional untuk melindungi lapisan ozon.  Upaya tersebut membuahkan hasil
dengan tersusunnya Konvensi Wina tentang Perlindungan Lapisan Ozon yang disahkan
pada bulan Maret 1985, dan kemudian ditindaklanjuti dengan pengesahan Protokol
Montreal pada bulan September 1987.

Konvensi Wina merupakan landasan
hukum pelaksanaan perlindungan lapisan ozon ditingkat internasional yang mensyaratkan
seluruh negara pihak untuk bekerjasama  melaksanakan pengamatan, penelitian
dan pertukaran informasi guna memperoleh pemahaman yang lebih baik dan mengkaji
dampak kegiatan manusia terhadap lapisan ozon serta dampak penipisan lapisan
ozon terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Protokol Montreal memuat aturan
pengawasan produksi, konsumsi dan perdagangan bahan-bahan perusak lapisan
ozon. Dalam protokol tersebut tercantum jenis-jenis bahan kimia yang masuk
dalam daftar pengawasan serta jadwal penghapusan masing-masing jenis BPO.
Protokol Montreal kemudian mengalami penyempurnaan melalui penetapan Amandemen
London (1989), Amandemen Kopenhagen (1992), Amandemen Montreal (1997) serta
Amandemen Beijing (1999)

style='font-size:12.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:white'>Bagaimana Program
Perlindungan Lapisan Ozon di Indonesia?

Pemerintah Indonesia telah meratifikasi
Konvensi Wina,  Protokol Montreal dan Amandemen London melalui penetapan Keppres
no. 23 tahun 1992.  Pelaksanaan program perlindungan lapisan ozon di Indonesia
difasilitasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai instansi yang bertanggung
jawab terhadap upaya pelestarian lingkungan.

Dalam mendukung pelaksanaan program
perlindungan lapisan ozon, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan perangkat
hukum yang mengatur perdagangan dan penggunaan Bahan Perusak Ozon (BPO). Sampai
tahun 2002, perangkat hukum yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia
adalah sebagai berikut

  • style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Keputusan Presiden RI
    no 23 tahun 1992 tentang Pengesahan Viena Convention for the Protection
    of the Ozone layer dan Montreal Protocol on Substances that Deplete the
    Ozone Layer as Adjusted and Amended by second meeting of the Parties London,
    27 – 29 June 1990
  • style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Keputusan Presiden RI
    no 92 tahun 1998, tentang Pengesahan Montreal Protocol on Substances that
    Deplete the Ozone layer, Copenhagen 1992 Protokol Montreal tentang zat-zat
    yang merusak lapisan ozon, Copenhagen 1992
  • style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Peraturan Pemerintah
    RI, No. 74 Tahun 2001, tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun
  • style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Keputusan Menteri Perindustrian
    dan Perdagangan RI no 110/MPP/Kep/1/1998, tentang larangan memproduksi dan
    memperdagangkan bahan perusak lapisan ozon serta memproduksi dan memperdagangkan
    barang baru yang menggunakan bahan perusak lapisan ozon (Ozone Depleting
    Substances)
  • style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Keputusan Menteri Perindustrian
    dan Perdagangan style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>RI style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> no 111/MPP/Kep/1/1998,
    tentang perubahan Keputusan Menteri Perindustrian dan style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Perdagangan style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>RI style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> no 230/MPP/Kep/7/97,
    tentang barang yang diatur  Tata Niaga Impornya
  • style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Keputusan Menteri Perindustrian
    dan Perdagangan style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>RI style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> no 410/MPP/Kep/9/1998,
    tentang perubahan Kepmen Perindustrian dan style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Perdagangan style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>RI style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'> no 110/MPP/Kep/1/1998,
    tentang larangan memproduksi dan memperdagangkan bahan perusak lapisan ozon
    serta memproduksi dan memperdagangkan barang baru yang menggunakan bahan
    perusak lapisan ozon (Ozone Depleting Substances)
  • style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Keputusan Menteri Perindustrian
    dan Perdagangan RI no 411/MPP/Kep/9/1998, tentang perubahan Kepmen Perindustrian
    dan Perdagangan RI no 111/MPP/Kep/1/1998, tentang perubahan Keputusan Menteri
    Perindustrian dan Perdagangan RI no 230/MPP/Kep/7/97, tentang barang yang
    diatur  Tata Niaga Impornya
  • style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Keputusan Menteri Perindustrian
    dan Perdagangan RI no 789/MPP/Kep/12/2002, tentang perubahan Kepmen Perindustrian
    dan Perdagangan RI no 111/MPP/Kep/1/1998, tentang perubahan Keputusan Menteri
    Perindustrian dan Perdagangan RI no 230/MPP/Kep/7/97, tentang barang yang
    diatur  Tata Niaga Impornya sebagaimana telah diubah dengan Kepmen Perindustrian
    dan Perdagangan RI no 411/MPP/Kep/9/1998
  • style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Keputusan Menteri Perindustrian
    dan Perdagangan RI no 790/MPP/Kep/12/2002, tentang perubahan Kepmen Perindustrian
    dan Perdagangan RI no 110/MPP/Kep/1/1998, tentang larangan memproduksi dan
    memperdagangkan bahan perusak lapisan ozon serta memproduksi dan memperdagangkan
    barang baru yang menggunakan bahan perusak lapisan ozon (Ozone Depleting
    Substances) sebagaimana telah diubah dengan Kepmen Perindustrian dan Perdagangan
    RI no 410/MPP/Kep/9/1998
  • style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Keputusan Menteri Kesehatan
    RI no 376/Menkes/PER/VIII/1990, tentang bahan, zat warna, zat pengawet dan
    tabir surya pada kosmetika
  • style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Keputusan Menteri Pertanian
    RI no 949/KPTS/TP.270/12/98, tentang Pesticida Terbatas
  • style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua"'>Keputusan Menteri Pertanian
    RI no 123/KPTS/TP.270/2/2002, tentang Pendaftaran dan Pemberian Ijin sementara
    Pestisida

style='font-size:12.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:white'>Bagaimana Jadwal
Penghentian Impor Bahan Perusak Ozon di Indonesia?

Jadwal penghapusan BPO yang berlaku
bagi Indonesia adalah sebagai berikut :

Bahan Perusak Ozon

Jadwal Penghentian Impor

style='font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Halon

style='font-family:"Book Antiqua";color:navy'>1998

style='font-family:"Book Antiqua";color:navy'>TCA

style='font-family:"Book Antiqua";color:navy'>1998

style='font-family:"Book Antiqua";color:navy'>CTC

style='font-family:"Book Antiqua";color:navy'>1998

style='font-family:"Book Antiqua";color:navy'>CFC

style='font-family:"Book Antiqua";color:navy'>2007

style='font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Methyl Bromida

style='font-family:"Book Antiqua";color:navy'>2015

style='font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Hidrochlorofluorocarbon

style='font-family:"Book Antiqua";color:navy'>2040

style='font-size:12.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:white'>Apakah Anda Memerlukan
Jawaban Untuk Pertanyaan-Pertanyaan Berikut?

lang=ES style='font-size:11.0pt;font-family:Symbol;color:navy'>· style='font:7.0pt "Times New Roman"'>              
Apakah saya masih bisa membeli/menggunakan BPO?

lang=ES style='font-size:11.0pt;font-family:Symbol;color:navy'>· style='font:7.0pt "Times New Roman"'>              
Apakah BPO dapat diganti penggunaannya, apakah penggantinya?

lang=ES style='font-size:11.0pt;font-family:Symbol;color:navy'>· style='font:7.0pt "Times New Roman"'>              
Dari mana sumber bahan pengganti BPO? apa keuntungan dan kerugiannya?

style='font-size:11.0pt;font-family:Symbol;color:navy'>·              
Bantuan apa yang bisa didapat dalam melakukan penggantian BPO?

lang=ES style='font-size:11.0pt;font-family:Symbol;color:navy'>· style='font:7.0pt "Times New Roman"'>              
Bagaimana dan kapan saya bisa mendapatkan informasi?

style='font-size:11.0pt;font-family:Symbol;color:navy'>·              
Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah?

lang=ES style='font-size:11.0pt;font-family:Symbol;color:navy'>· style='font:7.0pt "Times New Roman"'>              
Apa yang dapat saya/perusahaan saya lakukan?

Untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan
– pertanyaan tersebut diatas, silahkan hubungi kami pada alamat dibawah ini
:

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Asdep Urusan Atmosfer
dan Perubahan Iklim

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Deputi Bidang Pelestarian
Lingkungan

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'> Kementerian Lingkungan
Hidup

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Jl. D.I Panjaitan,
Kav 24

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Kebon Nanas, style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Jakarta style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'> 13410

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Telp: 021-8517164

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy'>Fax: 021-85902521

style='font-size:11.0pt;font-family:"Book Antiqua";color:navy;font-weight:normal;
font-style:normal'>E-mail : style='color:navy'>ozon@menlh.go.id , href="mailto:ozonenet@cbn.net.id">ozonenet@cbn.net.id