KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KEBAKARAN LAHAN

JAMBI, KOMPAS –  Memasuki musim kemarau tahun ini, titik api menyebar di wilayah jambi. Tim Manggala Agni mulai memadamkan kebakaran di lahan gambut di Kecamatan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi Tri Siswo, Selasa (20/7), mengatakan, kebakaran lahan terjadi di lahan masyarakat yang berdekatan dengan hutan negara. “Tim Manggala Agni langsung turun memadamkan api.”

Menurut Tri Siswo, tim Manggala Agni dari BKSDA mengetahui kebakaran lahan saat memantau lapangan. Pihaknya sudah dua pekan terakhir memantau kebakaran lahan di sejumlah wilayah rawan. “Ada 21 titik rawan api yang harus terus kami pantau,” tuturnya.

Pihaknya menempatkan peralatan pemadaman kebakaran di lima titik, antara lain di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tanjung Jabung Timur, dan Tebo.

Tri menyatakan, sebagian besar kebakaran lahan di jambi terjadi di lahan masyarakat. Sebelum bertanam, biasanya petani membuka lahan dengan membakar. Padahal, banyak areal yang dibakar merupakan daerah rawan api karena merupakan kawasan bergambut.

Berdasarkan data Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, jumlah titik api sejak Januari hingga pekan ketiga Juli mencapai 135 titik. Titik api tersebar di Kabupaten Tebo sebanyak 36 titik, Merangin 20 titik, Bungo 20 titik, dan Tanjung Jabung Barat 18 titik. Selain itu, di Kabupaten Batanghari ada 13 titik, Serolangun 13 titik, Tanjung Jabung Timur 6 titik, Muaro Jambi 6 titik, Kerinci 3 titik.

Menurut Doni Osmond, petugas pengendalian kebakaran lahan dan hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, sebanyak 64 titik (47 persen) dari titik api terjadi di lahan masyarakat. Sisanya, sebanyak 50 titik (35 persen) di kawasan hutan dan 21 titik (16 persen) di kawasan perkebunan. (ITA)

Sumber:
Koran Kompas
Rabu, 21 Juli 2010
ITA