KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

“Langkah Perlindungan Ekosistem Pesisir Dari Dampak Perubahan Iklim”
Cilacap, 15 September 2014. Hari ini Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA meresmikan fasilitas Pusat Pencanangan Konservasi Mangrove dan Studi Biodiversity Mangrove PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap di Kampung Laut Segara Anakan, Cilacap, Jawa Tengah. Acara ini merupakan bagian dari memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2014 dengan tujuan konservasi 1.000.000 mangrove. Kegiatan ini sejalan dengan tema “Satukan Langkah Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim”. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Cilacap, Bapak Tatto Suwarto Pamudji, Direktur Umum PT Pertamina (Persero) Bapak Luhur Budi Jatmiko, General Manager PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, serta para tokoh masyarakat.

Hutan mangrove merupakan sumber daya alam daerah tropis yang mempunyai manfaat ganda dengan pengaruh luas ditinjau dari aspek sosial, ekonomi dan ekologi. Tingginya aktivitas manusia di wilayah pesisir dan laut pada beberapa wilayah tertentu berdampak terjadinya degradasi lingkungan berupa pencemaran perairan yang ditandai oleh adanya penurunan kualitas air laut dan kerusakan ekosistem. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup memandatkan bahwa memelihara fungsi pesisir dan laut, diperlukan upaya pengendalian kerusakan lingkungan melalui pencegahan, penanggulangan dan pemulihan kerusakan ekosistem mangrove, terumbu karang dan padang lamun. Badan Konservasi Sumber Daya Alam mencatat, luas hutan mangrove di Indonesia 3,5 juta hektar. Khusus untuk Provinsi Jawa Tengah, data area tutupan hutan mangrove sampai saat ini terhitung seluas 4.508 Ha dan area potensi mangrove seluas 37.237 Ha. Dari data tersebut masih bisa dilihat betapa besar potensi plasma nutfah untuk mangrove yang tersedia dikawasan ini.

Dalam sambutan pembukaan, Menteri Lingkungan Hidup mengatakan, “Upaya melakukan pengendalian kerusakan ekosistem mangrove dan terumbu karang dengan menempatkan masyarakat sebagai “ujung tombak” harus didukung oleh komitmen dari pemerintah dan pemerintah daerah”. Konservasi ekosistem mangrove merupakan sumberdaya lahan basah wilayah pesisir dan sistem penyangga kehidupan yang nilainya sangat tinggi. Oleh karena itu, perlu upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan secara lestari untuk kesejahteraan masyarakat yang disampaikan dalam Peraturan Presiden Nomor 73 tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pengelolaan Ekosistem Mangrove.

“Kegiatan hari ini saya harapkan dapat memacu, mendorong dan membangkitkan kesadaran kita untuk melakukan hal yang sama, mengembangkan hutan mangrove kita agar dapat dimanfaatkan sebagai kawasan pengelolaan, perlindungan dan pelestarian biodiversity untuk kehidupan yang lebih baik di masa mendatang”, jelas MenLH. Selain peresmian fasilitas konservasi mangrove, kegiatan ini juga diisi dengan jalan sehat dan panggung gembira untuk masyarakat, para pekerja dan mitra kerja PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap.
PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap.OLYMPUS DIGITAL CAMERA