KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

"http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd">

21 Juli, 2006 – RESPON TERHADAP BENCANA. Kementerian Negara Lingkungan Hidup secara aktif terus merespon berbagai bencana yang terjadi saat ini khususnya dalam melakukan kajian dan intervensi program/kegiatan pemulihan lingkungan di daerah yang terkena dampak maupun berpotensi mengalami bencana alam maupun industri.

Secara umum kegiatan ini dapat dikelompokkan kedalam: (1). Disaster Preparedeness. Pada kawasan-kawasan dimana bepotensi terkena dampak lingkungan akibat bencana alam dan industri (2). Disaster Risk Reduction beberapa area[ yang sudah terkena dampak bencana.

Dalam merespon bencana, Kementerian Negara Lingkungan Hidup berkedasama dengan berbagai lembaga dan pakar yang kompeten baik dalam maupun luar negeri. Expert Briefing ini dimaksudkan sebagai bagian dari upaya untuk mendapatkan gambaran ilmiah yang lebih komprehensif.

RENCANA KEGIATAN

Berbagai kegiatan yang sudah, sedang dan akan dilakukan:

  1. Pengembangan Basis Data Rinci skala rinci (1:25.000,1:5.000)
    • Perluasan pengadaan citra satelit resolusi tinggi untuk kawasan seluruh kawasan sesuai dengan peta terlampir. Dukungan citra satelit diperoleh dari UNEP Disaster Management Branch Genewa serta berbagai lembaga terkait lainnya yang akan mendukung pengembangan basis data digital.
    • Pemetaan Global Positioning System (GPS) dan pengukuran titik tinggi untuk pemetaan kawasan tsunami inundation dan kajian kemungkinan dampak tsunami di beberapa wilayah bekerjasama dengan Tsunami Research Group, ITB dan Departemen Geodesi dan Geomatika ITB; pakar geologi dari LIPI, ESRI (GIS Software Provider) dan Leica System (GPS System Provider)
    • Investigasi geologi pasca gempa bumi yang meliputi pemetaan trase sesar permukaan (surface faulting) skala rinci (1:10.000) dan berbagai gejala gempa tektonik terkait, investigasi dampaknya pada konstruksi bangunan dan rumah, dan pengembangan model bencana gernpa bumi dan tsunami (earthquake and tsunami hazards model) sebagai bahan masukan rehabiltasi dan rekonstruksi pasca bencana.
    • Pemetaan kualitas lingkungan (air, debris, perubahan land use/tutupan lahan, d1l.) dengan melibatkan Pusarpedal.
  1. Mengadakan forum dialog "Expert Briefing" dengan para pakar dibidang ilmu kebumian (Geologi, Geodesi, Geodinamika, Social Network) dalam rangka memahami berbagai fenomena gempa/bencana dan dampaknya pada lingkungan serta respon masyarakat. Expert Briefing putaran kedua akan diselenggarakan pada Jumat, 21 Juli 2006 mempresentasikan hasil kajian Dr. Hamzah Latif, Tsunami Research Group ITB, mengenai dinamika perubahan kawasan Jawa dan Sumatera dan kemungkinan berbagai dampak bencana. Diharapkan masukan pakar ini akan melengkapi pemahaman situasi serta kajian yang lebih komprehensif.
  2. Damage and Risk Assessment untuk wilayah Selatan Jawa dan sebagaian Propinsi Banten.
    • Investigasi lapangan untuk areal yang terkena dampak
    • Pengukuran kualitas lingkungan (fisik, kimiawi dan biologi)
    • Potensi dan prediksi dampak
    • Identifikasi lokasi yang "aman"
    • Integrasi bencana dan resiko dalam pemulihan/penataan kawasan
    • Inventarisasi informasi konstruksi bangunan tahan gempa
  1. Mengingat akses citra satelit resolusi tinggi sangat diperlukan didalam setiap penanganan bencana, kami sedang menjajaki untuk mendapatkan hak akses eksklusif terhadap data digital di daerah yang terkena bencana. Diantaranya penjajakan sudah dilakukan dengan UNEP DMB dan UNOSAT untuk mendapatkan citra satelit Quick Bird dengan resolusi 1 cm: 0,6 m. Selain itu penjajakan sudah dilakukan dengan Pusat Sumberdaya ITB untuk mendapatkan akses internet broad band (dengan bandwith 155 MB/sec) dari jaringan informasi ini. Diharapkan baik akses di data digital maupun distribusinya ke lokasi bencana dapat lebih mudah dilakukan.
  1. Hasil kajian dampak lingkungan paska bencana di wilayah Selatan Jawa dan potensi Dampak bencana gempa bumi di Selat Sunda akan dipresentasikan pada awal minggu keempat bulan Juli 2006.

STATUS KEGIATAN

  1. Tim GIS dan Remote Sensing, Asdep Data dan Informasi mengkoordinir kegiatan pengadaan data dan informasi digital untuk mendukung kegiatan yang tersebut di atas.
  2. Tim GIS dan Remote Sensing bersama dengan Tim Pusarpedal pada tanggal 21 Juli 2006 akan mengadakan investigasi lapangan untuk melakukan pemetaan kualitas lingkungan di daerah yang terkena dampak.
  3. Melakukan inventarisasi dan penelusuran data serta pencarian dukungan sumberdaya khususnya dalam pengadaan citra satelit skala rinci.
  4. Membangun POSKO Informasi khususnya pengadaan infrastruktur basis data dan teknologi Informasi dan komunikasi baik di Pusreg Jawa maupun Bapedalda di lokasi bencana.

 

Menteri Negara Lingkungan Hidup,
Ir. Rachmat Witoelar

Informasi lebih Lanjut:

Asdep data dan Informasi
Telp: 021 – 8580081