KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Siaran Pers: Peresmian dan Penyerahan Instalasi Pengelolaan Air Limbah Domestik (IPAL) Biogas dan Mobile Air Quality Monitoring Station oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup  di Palembang
Palembang, 2 Oktober 2012.
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kembali memberikan perhatian kepada masyarakat dan Pemerintah Daerah Kota Palembang, Sumatera Selatan dalam upaya meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik.Untuk itu, hari ini diresmikan dan diserahkan bantuan Instalasi Pengelolaan Air Limbah Domestik (IPAL) Biogasdan Mobile Air Quality Monitoring Station.

Pencemaran air Sungai Musi 70%-nya bersumber dari air limbah domestik yang mayoritas berasal dari pemukiman. Untuk menjawab permasalahan itu, KLH membangun IPAL Biogas di Perumahan Prajurit Nangyu 3-4 Ulu, Seberang Ulu 1dan di Rusunawa Jl. Kasnariansyah, KM 4.5 Blok A dan B. Tujuannya adalah : (1) mengurangi laju peningkatan beban pencemaran air di DAS Musi (2)menurunkan emisi gas rumah kaca dari air limbah domestik dan (3) sebagai model atau Pilot Project yang dapat direplikasi di lokasindan daerah lainnya. Dengan kapasitas sebesar 31.500 liter/hari serta pengolahanair limbah sebesar 27.500 liter/hari, manfaat ekonomi yang dihasilkan antara lain berupagas untuk memasak sebesar 3,35 m3/hari, yang dapat dikonversikan sama dengan 1,85 liter minyak tanah serta pemasukan pengoperasian MCK Rp. 1.000/hr/org. Sedangkan penurunan beban pencemar air yang dihasilkan  untuk BOD sebesar 75-90% dari 375 gr/hari. Hal ini sangat bermanfaat, karena selain mengurangi pencemaran lingkungan, melalui IPAL Biogas ini masyarakat dapat memperoleh bahan bakar dan dapat mengurangi kebutuhan  bahan bakar minyak yang harganya semakin mahal. Masyarakat diharapkan menjadi mandiri dalam penggunaan energi sesuai arahan Presiden RI yang mengedepankan prinsippro poor, pro growth , pro job dan pro environment.

Bantuan Mobile Air Quality Monitoring Station (kendaraan monitoring kualitas udara) juga diserahkan sebagai sarana edukasi kepada masyarakat atas kewajibannya melakukan uji emisi kendaraan bermotor.Hal ini penting agar timbul kesadaran untuk mematuhi peraturan pengendalian pencemaran udara dari sektor transportasi. Manfaat lainnya adalahmonitoring kualitas udara perkotaan untuk mendukungrencana aksi udara bersih pemerintah kota Palembang serta mendorong upaya pelaku usaha untuk melakukan penghijauan dan penangkaran burung.

Kedua bantuan ini merupakanupaya meningkatkan pembangunan melalui konsep ekonomi hijau yang dapat mengatasikrisis ekonomi yang melibatkan krisis energi, penurunan ketahanan pangan dan kelangkaan air yang sebagian besar disebabkan oleh kesalahan alokasi modal/investasi.Pada dua dekade terakhir ini, banyak investasi yang dialokasikan kepada properti, bahan bakar fosil dan turunannya. Dalam sambutannya, Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, mengatakan, “Sangat kecil sekali investasi yang diarahkan untuk pengembangan energi terbarukan, efisiensi energi, transportasi publik, pertanian yang berkelanjutan, perlindungan ekosistem dan keanekaragaman hayati dan konservasi lahan dan air. Oleh karenanya perlu dimulai dari hal-hal yang kecil namun dampaknya sangat nyata. Pada akhirnya akan menjadi masif”.

Pada kesempatan ini, dilakukan pula kunjungan ke PT. Pupuk Sriwijaya (PUSRI)yang melakukan berbagai kegiatan lingkungan seperti penanaman pohon, pembuatan biopori, penyerahan tanaman ke masyarakat dan karyawan, uji emisi gas kendaraan, dan penangkaran satwa yang dilindungi di lokasi perusahaan. PT. PUSRI juga memberikan andil denganmemproduksi pupuk urea dan pupuk organik yang diperlukan bagi para petani dan perkebunan.

Informasi lebih lanjut:

Drs. MR. Karliansyah, MSi,
Deputi II MenLH Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup,
Tlp/Fax: (021) 85904933,
email: humas@menlh.go.id