KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

JALAN Mendaki dengan kemiringan sekitar 40 derajat. Bahkan di beberapa ruas, kondisinya cukup licin, Akibatnya, kendaraan berplat nomor RI 37 berjalan terseok-seok. Bahkan beberapa mobil dalam iring-iringan rombongan Mentri Negara Lingkungan Hidup, Prof  Rachmat Witoelar sempat tertinggal jauh.

Tempat penyelengaraan acara Revitalisasi Kader Lingkungan Penerima Penghargaan Kalpataru yang hendak di hadiri oleh Meneg LH, Rachmat Witoelar, Kamis, 14/5, memang bukan dalam kota melainkan di tengah perkebunan Toulumetan di puncak bukit pegunungan Lembean Kecamatan Tondano Timur Minahasa Sulawesi Utara. Dari puncak bukit ini, terhampar di depan mata keindahan danau Tondano serta daratan yang berbalut persawahan.

Meski mencapai puncak bukit terasa melelahkan, namun dalam sekejap kepenatan sirna oleh penyambutan masyarakat yang sangat meriah. Sejak pagi, ratusan warga setempat, para pejabat daerah serta tokoh masyarakat telah berkumpul di puncak bukit itu. Dentaman tetabuhan pengiring tari perang Cakalele pun terdengar bertalu-talu sesaat rombongan LH tiba di lokasi acara.

Sementara di balik panggung, alunan simfoni musik bambu klarinet khas sulawesi Utara membawakan lagu-lagu daerah yang merupakan pemujaan terhadap keindahan tanah air.

Dalam kata sambutannya, Menneg Lingkungan Hidup, Prof Rachmat Witoelar mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Minahasa untuk melestarikan lingkungan.

“Kehadiran saya di sini, untuk menyampaikan rasa terima kasih pemerintah kepada masyarakat Minahasa yang sangat peduli terhadap lingkungan hidup,