KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Denpasar (ANTARA News) – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Gusti Muhammad Hatta, mengharapkan perbankan dalam menyalurkan kredit mampu melihat pengusaha yang benar-benar dapat memperhatikan aspek lingkungan hidup.

“Saya berharap semua instansi harus peduli lingkungan, termasuk juga perbankan dalam hal penyaluran kredit kepada pengusaha yang benar-benar pro-lingkungan,” katanya di Kuta, Bali, Selasa.

Pada seminar nasional yang bertema “Peran Bank dalam Keberlanjutan Masa depana Bumi Kita”, ia mengatakan, pihak perbankan dalam penyaluran kredit harus berani menolak pengusaha yang merusak lingkungan.

“Masalah lingkungan adalah masalah kita bersama. jika lingkungan rusak maka dampak tersebut akan berimbas pada semua sektor,” katanya.

Dikatakan, pengusaha yang mengajukan pinjaman kredit bank sudah seharusnya dilengkapi dengan surat kajian analisis dampak lingkungan atau amdal. hal itu penting, karena tidak sedikit pengusaha yang ada sekarang tanpa memperhatikan lingkungan.

“Perbankan harus bersikap menolak pengusaha yang tidak memiliki surat kajian amdal. Sebab lingkungan ini akan kita wariskan kepada generasi penerus. Bila ini rusak, apa yang kita wariskan kepada mereka,” ucap Muhammad Hatta.

Dalam kesempatan itu, Menteri Lingkungan Hidup meminta ketegasan perbankan untuk menolak permohonan kredit dari perusahaan yang melakukan perusakan lingkungan.

“Kami minta pihak bank mendukung upaya penghijauan dan pemeliharaan lingkungan tersebut,” kata Muhammad Hatta.

Dikatakan, pemerintah akan terus mendorong pengusaha-pengusaha yang pedxuli lingkungan untuk terus mengembangkan usahanya.

“Langkah itu sudah menjadi komitmenbersama dalam upaya menyelamatkan lingkungan dari kerusakan, baik dari faktor manusia maupun alam itu sendiri,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga mendukung perusahaan yang mampu menghemat energi serta menggunakan energi alternatif yang ramah lingkungan.

“Sebenarnya energi terbarukan atau alternatif persediaannya cukup banyak, seperti energi panas bumi maupun sinar matahari. tetapi hingga sekarang perusahaan-perusahaan yang ada masih berupaya agar dapat memanfaatkan energi itu,” ujarnya.

Menteri Muhammad Hatta juga memuji komitmen masyarakat Bali yang sangat dekat dengan lingkungan hidup.

“Masyarakat bali telah lama dekat dengan alam berkat konsep “Tri Hita karana” atau tiga hubungan dalam kehidupan manusia, yaitu manusia dengan tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungan,” ucapnya.

Sebelumnya pada Senin (19/7), Menteri Lingkungan Hidup bersama insan perbankan melakukan pelepasan tukik atau anak penyu di pantai Kuta sebanyak 300 ekor dan penyerahan bibit tanaman penghijauan.(p003, p004, T.1020)

Sumber:
Antara News Online
Selasa, 20 Juli 2010